Senin, Maret 2, 2026

Pemprov Jabar: Insentif Pajak KEK Lido Akan Disiapkan

Must Read

MONETER

Pemprov Jawa Barat tengah menyiapkan insentif pajak
secara bertahap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor. Hal ini
sebagai dukungan bagi  pemulihan ekonomi melalui pembangunan wisata
di  KEK Nasional tersebut.


“Kebijakan ini sejalan dengan pemerintah
pusat, termasuk kebijakan Pak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ingin
menumbuhkan kembali industri pariwisata,” kata Kepala Badan Pendapatan
(Bapenda) Jawa Barat, Dedi Taufik di Bandung, Selasa (19/7/2022).


Kata Dedi, insentif pajak yang diberikan ialah berupa pengurangan, keringanan,
atau pembebasan pajak daerah meliputi beberapa jenis pajak sesuai dengan
kewenangan daerah.


“Pajak
kendaraan bermotor, alat berat dan pajak air permukaan itu diberikan secara
bertahap. Contoh besarannya bisa 50 persen, namun angka itu bisa berkurang
seiring dengan jalannya proyek,” kata dia.


Selain itu, kata Dedi,
pengurangan hingga keringanan pajak pun berlaku untuk retribusi mencakup izin
mempekerjakan tenaga asing. 
“Retribusi perpanjangan izin mempekerjakan
tenaga kerja asing kepada pemberi kerja tenaga kerja asing keringanan pajaknya
bisa mencapai 50 persen, dan angkanya bisa turun seiring waktu,” kata
Dedi.


Sekedar
informasi, KEK Lido berlokasi di Lido, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.KEK
Pariwisata dengan luas area 1.040 hektare ini telah ditetapkan melalui
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2021.


Sesuai komitmen rencana investasi yakni pada
2041 akan merealisasikan sebesar 2,4 miliar dolar AS atau Rp32 triliun, dan
akan menyerap 29.545 orang tenaga kerja.


KEK Lido diharapkan dapat memenuhi target lima
tahun dengan menyerap tenaga kerja, hingga mencapai 21.154 orang, di mana saat
ini sudah terserap sebanyak 1.192 tenaga kerja.


Saat ini, di areal KEK Lido sedang dibangun beberapa proyek besar seperti Lido
Hotel and Resort Extension, golf course, golf club, movieland, theme park,
music and art center, serta infrastruktur dan sarana-prasarana lainnya.


KEK Lido  akan resmi
beroperasi pada kuartal IV 2022 dan pada akhirnya kawasan ini bakal
mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah.


Pada tahun 2021, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menyaksikan peletakan batu
pertama dan penyerahan salinan Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2021 tentang
Kawasan Ekonomi Khusus Lido dari Pemerintah Pusat ke pihak MNC Lido City selaku
pengembang.


Gubernur Ridwan Kamil
berharap KEK Lido dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan wilayah Jabar
bagian selatan. 
“Selama ini daerah yang
cenderung maju kawasan tengah ke utara Jawa Barat, sedangkan Jawa Barat tengah
ke selatan masih kurang maju,” kata Kang Emil.


Dalam kurun 10 hingga 20
tahun dari sekarang, kata Ridwan Kamil, KEK Lido akan menghadirkan 30.000
hingga 60.000 lapangan pekerjaan. 
Ekonomi kawasan pun akan semakin maju dan jadi solusi pemulihan ekonomi setelah
pandemi COVID-19.


“Kemudian juga kita akan
akselerasi pariwisatanya, karena sebelum COVID-19 saja wisatawan itu ada 50
juta. Kalau misalkan satu orang menghabiskan Rp1 juta saja buat transportasi,
bensin, makan, penginapan itu sudah Rp50 triliun perputarannya,” ujarnya.


Ia menegaskan akan mendukung
sepenuhnya proses pembangunan KEK MNC Lido yang lahir pada Februari 2021
melalui penandatanganan PP 59 Tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo. (Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img