PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia membukukan pendapatan Rp1,3 triliun hingga September 2026, dengan lebih dari 75% berasal dari pendapatan berulang (recurring income). Strategi diversifikasi bisnis dan optimalisasi aset menjadi penopang kinerja perseroan di tengah dinamika industri properti.
Segmen komersial menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai lebih dari Rp521 miliar, tumbuh sekitar 25% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kontribusi segmen ini mencapai sekitar 40% dari total pendapatan perseroan.
Pertumbuhan bisnis komersial ditopang pengembangan pusat perbelanjaan berukuran menengah (mid-sized malls), diversifikasi penyewa (tenant), serta penguatan specialty tenants yang menyasar segmen menengah atas.
Wakil Presiden Direktur sekaligus CFO Paradise Indonesia Surina mengungkapkan, diversifikasi portofolio menjadi strategi utama perseroan dalam menjaga keseimbangan pendapatan dan memperkuat pertumbuhan bisnis.
“Diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci INPP dalam menjaga kinerja yang solid, dengan segmen komersial dan hospitality sebagai penopang pendapatan berulang serta property sales sebagai penggerak pengembangan bisnis,” kata Surina.
Selain komersial, segmen perhotelan (hospitality) membukukan pendapatan sekitar Rp473 miliar, meningkat lebih dari 3,5% YoY. Adapun penjualan properti menyumbang sekitar Rp310 miliar terhadap total pendapatan hingga September 2026.
Dari sisi bottom line, Paradise Indonesia mencatatkan laba bersih sekitar Rp170 miliar. Perseroan juga membukukan pertumbuhan EBITDA sekitar 9,3% secara tahunan atau lebih dari Rp36 miliar, yang mencerminkan peningkatan profitabilitas operasional.
Kinerja tersebut turut ditopang optimalisasi utilisasi aset properti yang telah dimiliki, sehingga perseroan tidak hanya mengandalkan ekspansi, tetapi juga peningkatan produktivitas portofolio eksisting.
Dalam memperkuat sumber pertumbuhan baru, Paradise Indonesia terus mengembangkan portofolio aset komersial. Perseroan meresmikan 23 Semarang Shopping Center pada semester I-2026 dan melanjutkan pembangunan Fase I kompleks komersial 88 Plaza di Balikpapan. Hingga September 2026, progres penjualan proyek tersebut telah mencapai sekitar 50%.
Pengembangan aset baru ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas basis bisnis sekaligus meningkatkan potensi pendapatan jangka panjang.
Memasuki lebih dari dua dekade perjalanan bisnis, Paradise Indonesia juga menjalankan revitalisasi aset untuk meningkatkan daya saing properti dan menjaga relevansi terhadap kebutuhan pasar.
Ke depan, perseroan akan mengandalkan kombinasi ekspansi, optimalisasi aset, dan diversifikasi bisnis guna mempertahankan pertumbuhan serta memperkuat recurring income sebagai fondasi kinerja jangka panjang.




