Jumat, Maret 6, 2026

Pendapatan Medco Energi Internasional Anjlok 7,56 Persen

Must Read

Moneter.id

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan pendapatan US$551,76 juta atau
Rp7,88 triliun di semester I/2020. Pendapatan ini turun 7,56% dibandingkan
priode yang sama tahun lalu yakni sebesar US$ 596,88 juta.

Kata CEO Medco Energi, Roberto Lorato, menurunnya
pendapatan dikarenakan menurunnya kebutuhan energi akibat pandemi Covid-19
mengakibatkan harga minyak kuartal kedua berada di bawah U$30 per barrel dan
memangkas permintaan gas ke level minimum. 

“Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok Medco
justru membengkak menjadi US$349,19 juta per Juni 2020, dibandingkan sebelumnya
US$272,34 juta,” bebernya akhir pekan lalu.

Sementara,
perseroan mencatat penurunan laba kotor sebesar US$202,56 juta dari US$324,54
juta per Juni 2019.

Medco pun mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$95,75 juta atau setara
Rp1,37 triliun.

Rugi bersih itu berbalik dari sebelumnya laba bersih
US$27,86 juta pada semester I/2019. Perusahaan menghemat kas neto untuk
investasi sebesar US$189,73 juta, berkurang dari sebelumnya US$574,01 juta.

Namun,
perusahaan menggunakan kas neto untuk pendanaan sebesar US$127,86 juta,
berbalik dari sebelumnya kas diperoleh dari pendanaan US$390,48 juta.

Alhasil, kas dan setara kas Medco per akhir Juni 2020
menyusut menjadi US$340,31 juta dari US$450,88 juta per Juni 2019. Total
liabilitas Medco meningkat menjadi US$5,07 miliar dari akhir 2019 senilai
US$4,65 miliar.

Per semester I/2020, liabilitas jangka pendek mencapai
US$1,14 miliar dan liabilitas jangka panjang US$3,93 miliar. Ekuitas Medco
Energi mencapai US$1,26 miliar, berkurang dari sebelumnya US$1,36 miliar.

Total
aset perseroan pun mencapai US$6,33 miliar atau Rp90,43 triliun dari akhir 2019
US$6 miliar. Perseroan mengungkapkan, ada tiga bisnis utama yang menopang
pendapatan di semester pertama tahun ini.

Penjualan minyak dan gas bumi neto senilai US$470,68
juta atau Rp6,72 triliun, penjualan tenaga listrik dan jasa terkait US$79,31 juta
atau Rp1,13 triliun, dan pendapatan jasa US$1,77 juta atau Rp25,28 miliar.

Ada peningkatan penjualan tenaga listrik dan jasa dari
semester I/2019 masing-masing sebesar US$65,39 juta dan US$650.692. Namun,
penjualan migas sebagai kontributor pendapatan utama menurun dari posisi
US$530,83 juta.

Selain
itu, perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi 2020
hingga 2021 dengan rata-rata harga minyak di US$48 per barel dan US$42 per
barel untuk memberikan perlindungan terhadap permintaan energi yang lebih
rendah. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Jamin Cadangan BBM Aman di Tengah Dinamika Global

Pemerintah menjamin bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah yang berimbas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img