Moneter.id
– Pada
tahun 2020, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) mencatatkan pendapatan Rp
950 miliar atau menurun 6,5% dibandingkan akhir tahun 2019 yang mencapai Rp
1,03 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah di Indonesia pada masa pandemi
Covid-19.
Direktur Penjualan &
Pemasaran Campina Ice Cream Industry Adji Andjono Purwo mengatakan, kanal
digital pertumbuhannya double digit di masa pandemi 2020, namun kontribusinya
memang masih amat minim.
“Kita akan optimalkan online,
kita sudah punya armada home delivery dan layanan online. Kita
juga punya e-commerce sendiri dan pasang di marketplace.
Meski kontribusinya kecil, tapi kinerjanya double growth,” katanya,
Selasa (30/3).
Diakui Adji, perseroan memang
mengalami penurunan permintaan. Untuk itu, dia pun berharap, pada tahun ini
angka penjualan bisa meningkat 5%-7% atau kembali seperti tahun 2019 lalu yang
tembus diatas Rp 1 triliun.
Jelasnya, untuk mencapai
target penjualan di 2021, CAMP tengah mengalokasikan belanja modal (capital
expenditure/capex) sebesar Rp 40 miliar. Dana yang berasal dari kas internal
ini salah satunya digunakan untuk melakukan pemeliharaan terhadap alat-alat
distribusi es krim.
”Capex tahun ini lebih banyak
untuk mengganti alat distribusi, supaya lebih baru dan up to date,”
katanya.




