Senin, Januari 26, 2026

Penyaluran Kredit bjb Tumbuh 9,7 Persen Hingga April 2020

Must Read

Moneter.id
PT
Bank Pembangunan Daerah dan Banten, Tbk  (bank bjb) mengalami pertumbuhan
penyaluran kredit sebesar 9,7% hingga April 2020.
Kredit
konsumer yang menjadi captive market
bank bjb menguasai sebesar 70% porsi kredit yang disalurkan perusahaan.

Tutur Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto,
pertumbuhan ini bisa diperoleh berkat terjaganya aliran kredit konsumer yang
mendominasi postur kredit perseroan.

”Pertumbuhan ini didorong oleh terjaganya kualitas penyaluran kredit
konsumer. Fakta bahwa profil captive
market
kredit konsumer yang didominasi para aparatur sipil negara (ASN)
membuat bank bjb semakin di atas angin,” katanya dalam siaran persnya di
Bandung, Senin (15/6/2020).

Diketahui, kredit berbasis penghasilan tetap merupakan salah satu kelompok
yang paling kuat dan tahan terhadap ancaman krisis ekonomi selama
Covid-19,”ujarnya.

Walau tumbuh, bank bjb tidak terlepas dari pengaruh terpaan Covid-19.
Pengaruh ini menampak pada terhambatnya arus pembayaran kredit. Rasio kredit
macet atau non-performing loan (NPL)
yang dicatat bank bjb sampai dengan Maret 2020 sebesar 1,65%.

Meski meningkat tipis, bank bjb diprediksi dapat tetap menjaga kualitas penyaluran
kredit di atas rata-rata.

Berdasarkan catatan historis, catatan NPL bank bjb selalu berada di bawah
rata-rata perbankan nasional. Sejak 2017, bank bjb juga selalu mencatatkan
rasio kredit macet di bawah 1,6%.

Di luar kredit, bank bjb berhasil mencatatkan raihan laba bersih sebesar
Rp418 miliar hingga Triwulan I 2020. Capaian positif tersebut diikuti
penambahan nilai aset yang tercatat sebesar Rp123 triliun atau tumbuh sebesar
4,5% year on year (yoy).

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan
bertumbuh sebesar 4% yoy menjadi
sebesar Rp93,8 triliun.

Sementara itu berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui bahwa
pertumbuhan kredit perbankan di Jawa Barat menyentuh angka 5,48% yoy, aset bertumbuh 6,56%, serta DPK
tumbuh 10,4% pada Triwulan I 2020.

Namun seiring dengan itu, profil risiko kredit perbankan di jabar juga naik
menjadi 3,03% dari 3,02% pada akhir 2019. Situasi pandemi yang masih terjadi
memaksa perbankan lebih jeli dan hati-hati dalam menyusun strategi agar dapat
terus bertumbuh.

Maka untuk mengantisipasi risiko dan memaksimalkan peluang ekspansi, bank
bjb telah menyiapkan serangkaian opsi strategi ekspansi untuk digunakan dalam
berbagai situasi, tak terkecuali menghadapi berbagai skenario situasi
perkembangan pandemi di era new normal.

Menghadapi new normal tersebut, bank bjb akan memanfaatkan lebih optimal
layanan perbankan elektronik dan digital yang dimiliki perusahaan baik untuk
nasabah personal maupun institusional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img