Kamis, Maret 12, 2026

Penyaluran kredit BRI Agro naik 0,65 persen sepanjang tahun 2020

Must Read

Moneter.id – PT Bank Rakyat
Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) mencatat pertumbuhan total aset sebesar
3,50% (yoy) dari Rp 27.7 triliun pada 2019 menjadi Rp28.02 triliun pada 2020.

“Untuk penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 0,65%
(yoy) dari Rp 19.37 triliun pada 2019 menjadi Rp19.49 triliun pada 2020,” kata
Direktur Bisnis BRI Agro Sigit Murtiyoso, Rabu (7/4).

Komentar Sigit, penyaluran kredit konsumer melalui aplikasi
pinjaman bank berbasis digital Pinjam Tenang (PINANG) juga sudah mulai
memperlihatkan hasil. “Tahun ini, total disbursement PINANG
mencapai Rp 70,6 miliar dan sudah melayani debitur lebih dari 18.000 debitur,”
ucapnya.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), perseroan mencatatkan
pertumbuhan sebesar 8,75% (yoy) dari Rp 21.14 triliun pada 2019 menjadi Rp
22.99 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini cukup baik dibandingkan dengan
pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020.

“Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan
tabungan sehingga terjadi perbaikan CASA menjadi 23,85% dari sebelumnya sebesar
14,31% pada 2019,” paparnya.

“Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam
menurunkan Cost of Fund (COF) yang mencapai 5,97% pada 2020
dari sebelumnya sebesar 7,02% pada 2019,”ujar Sigit.

Sementara itu, pada tahun 2020 juga BRI Agro mencatat
rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 4,97% yang
menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya NPL Gross sebesar
7,66% pada 2019. NPL net di tahun 2020 sebesar 2,73 dibandingkan dengan NPL net
2019 sebesar 4,86%.

Perseroan berhasil menurunkan NPL dengan melakukan restrukturisasi
dan membentuk pencadangan yang cukup solid dengan rasio NPL coverage mendekati
103,96% pada tahun 2020 dari tahun 2019 yang berada di level 56,24%.

BRI Agro juga aktif memberikan pendampingan terhadap
debitur yang mengalami tekanan, khususnya di segmen agribisnis, dengan aktif
melakukan lelang dan mencari investor baru untuk aset-aset yang diagunkan.

“Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perseroan masih
mampu mencetak perolehan laba bersih dari sebesar Rp31,26 miliar pada tahun
2020,” lanjut Sigit.

Saat ini, BRI Agro sedang fokus melakukan transformasi
digital untuk menghadapi era digitalisasi. “Pada tahun 2021, bisnis
digital bank ini akan mulai dikembangkan dengan pengembangan infrastruktur,
serta produk yang sesuai dengan layanan,” tutup Sigit.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota

Selama Ramadan 1447 H, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menyalurkan berbagai program sosial yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img