Kamis, Januari 15, 2026

Per Desember 2021, uang edar capai Rp7.867,1 triliun

Must Read

Moneter

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) atau likuiditas
perekonomian Desember 2021 sebesar Rp7.867,1 triliun. Capaian ini tumbuh 13,9%
jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

“Peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi uang
beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 17,9% (yoy) dan uang kuasi sebesar 9,3% (yoy),” Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryono, Senin (24/1/2022).

Katanya, pertumbuhan M2 pada Desember 2021 dipengaruhi
oleh ekspansi keuangan pemerintah dan penyaluran kredit.

Menurutnya, ekspansi keuangan pemerintah tercermin
dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh sebesar 37,7% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan
bulan November 2021 sebesar 30,4%.

“Penyaluran kredit juga tumbuh sebesar 4,9% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan
bulan sebelumnya sebesar 4,4% (yoy),”
ujar Erwin.

Sebutnya, akselerasi M1 terutama disebabkan oleh
pertumbuhan uang kartal, giro rupiah, maupun tabungan rupiah yang dapat ditarik
sewaktu-waktu.

Peredaran uang kartal pada Desember 2021 tercatat
sebesar Rp831,2 triliun atau tumbuh 9,4% (yoy),
lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yakni 8,8% (yoy) sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan menurunnya
kasus COVID-19 di Indonesia pada akhir tahun 2021.

Sedangkan, giro rupiah pada Desember 2021 tumbuh 32,4%
(yoy), lebih tinggi dibandingkan
bulan sebelumnya yaitu 23,3% (yoy).

Pertumbuhan giro rupiah sedikit tertahan oleh
perlambatan dana float (saldo) uang
elektronik yang tercatat sebesar Rp8,3 triliun atau tumbuh 4,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan
sebelumnya 10,9% (yoy), dengan pangsa
terhadap M1 sebesar 0,19%.

Erwin melanjutkan, tabungan rupiah yang dapat ditarik
sewaktu-waktu pada Desember 2021 tercatat Rp2.131,8 triliun, dengan pangsa 48,3%
terhadap M1 atau tumbuh 13% (yoy),
meningkat dibandingkan November 2021 yakni 11,9% (yoy).

Uang kuasi, dengan pangsa 43,6% dari M2 tercatat
sebesar Rp3.430,5 triliun pada Desember 2021 atau tumbuh 9,3% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya
yaitu 7% (yoy), yang didorong oleh
peningkatan simpanan berjangka dan giro valas.

Di sisi lain, surat berharga selain saham masih
menunjukkan pertumbuhan negatif 2,3% (yoy),
meskipun tidak sedalam pertumbuhan negatif bulan sebelumnya 16,3% (yoy).

Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan
kepemilikan lembaga keuangan non-bank atas surat berharga yang diterbitkan bank
dalam rupiah, serta peningkatan kewajiban akseptasi rupiah bank atas korporasi
non finansial.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img