Sabtu, Maret 7, 2026

Peringkat Obligasi Waskita Karya Ditarik Pefindo, Kenapa?

Must Read

Moneter.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) meminta kepada PT
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk menarik peringkat Obligasi
Berkelanjutan IV tahun 2019 yakni “idA-” senilai maksimum Rp 4,95
triliun yang belum diterbitkan. 

“Merujuk surat Perseroan Nomor 46/WK/CORSEC/2020 tanggal
21 Januari 2020 Perihal Laporan Hasil Pemeringkatan atas PT Waskita Karya
(Persero) Tbk, Obllgasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B Tahun 2015, Obligasi
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016, Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun
2017 dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2019, terhitung sejak 31 Januari 2020,
Pefindo telah menarik peringkat idA- atas Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2019
Waskita Karya,” kata Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Shastia Hadiarti di Jakarta,
Rabu (5/2/2020).

Sementara, Pefindo menegaskan peringkat “idA-”
kepada WSKT untuk Obligasi Berkelanjutan I tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan
II tahun 2016, dan Obligasi Berkelanjutan II tahun 2017.

Prospek untuk peringkat Perseroan adalah
“negatif”. Obligor dengan peringkat “idA” memiliki
kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen
keuangan jangka panjangnya.

Meski demikian, kemampuan obligor mungkin akan
terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan
obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa
peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang
bersangkutan.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perseroan
yang kuat di industri konstruksi domestik, marin keuntungan yang baik karena
segmen proyek yang beragam, dan keuntungan sebagai perusahaan konstruki milik
Negara.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingginya
leverage keuangan Perseroan, lingkungan bisnis yang cukup fluktuatif pada
industri konstruksi, dan risiko yang berkaitan dengan ekspansi agresif
perseroan di bisnis jalan tol dan rencana divestasi.

Peringkat dapat diturunkan jika rasio leverage dan interst coverage WSKT masing-masing tetap berada di atas 10,0x dan
di bawah 1,0x selama 12-18 bulan ke depan dengan kemungkinan terbatasnya untuk deleveraging.

Prospek dapat direvisi menjadi stabil jika WSKT
memperbaiki leverage dan interst coverage
ke tingkat yang kami pandang setaE dengan peringkat “idA-” secara
berkelanjutan.

Untuk diketahui, hingga pertengahan November 2019, PT
Waskita Karya Tbk telah memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 20 triliun.
Dimana kontribusi terbesar berasal dari proyek jalan tol Prabumulih-Muara Enim.

Capaian tersebut masih jauh dari target tahun 2019.
Sebelumnya WSKT menargetkan sepanjang 2019 perusahaan bisa mendapatkan nilai
kontrak baru Rp 35 triliun – Rp 40 triliun, serta target laba bersih Rp 2
triliun – Rp 3 triliun.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img