Selasa, Januari 27, 2026

Periode 2022-2024, BPD Bali Catat Kenaikan Aset Hingga Rp30 Triliun

Must Read

Moneter.id – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bali mencatat pertumbuhan aset di atas Rp30 triliun dalam tiga tahun secara
berkelanjutan sejak 2022-2024.

Pada 2022, aset bank BUMD itu tembus Rp31,9 triliun atau
tumbuh 11,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada 2023, aset
bank pelat merah milik pemerintah daerah di Bali itu kembali mencatat
peningkatan aset menjadi Rp34,31 triliun.

Pendapatan laba 2023 terus tumbuh positif dengan laba bersih
sebesar Rp738 miliar atau tumbuh 22,32 persen dibandingkan 2022. Sementara itu,
total aset pada 2024 tercatat tumbuh 11,66 persen mencapai Rp38,31 triliun.

“Kami menjadi salah satu perusahaan yang tetap survive
dan tumbuh pada tahun yang penuh tantangan,” kata Direktur Utama Bank BPD
Bali I Nyoman Sudharma akhir pekan lalu.

Kinerja itu ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai
Rp32,17 triliun dan kucuran kredit naik 7,94 persen atau mencapai Rp22,83
triliun yang didominasi kredit UMKM mencapai 51,20 persen dari total
keseluruhan kredit atau mencapai Rp11,68 triliun.

Sedangkan laba mencapai Rp878,47 miliar sepanjang 2024 atau
tumbuh 19 persen secara tahunan dibandingkan pada 2023 sebesar Rp738,23 miliar.

Perolehan itu salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga
bersih yang naik 5,78 persen dari Rp2,24 triliun menjadi Rp2,37 triliun.

Kemudian pendapatan berbasis komisi (fee-based income)
tercatat sebesar Rp129,43 miliar atau naik 13,94 persen dari Rp113,6 miliar dan
pendapatan lainnya juga tumbuh 36,48 persen menjadi Rp96,53 miliar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img