Moneter.co.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengklaim memperoleh kontrak baru Rp3,7 triliun sepanjang Januari-Maret 2017, atau meningkat 59,6% dibandingkan dengan Rp2,3 triliun pada periode yang sama 2016
Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya menyatakan, perolehan kontrak baru itu antara lain berasal dari sejumlah proyek seperti proyek struktur Apartemen Pancoran Riverside senilai Rp435 miliar serta desain dan bangun pembangunan rumah susun Nagrak Tower 6-10 di Jakarta Utara senilai Rp215,5 miliar.
Proyek lainnya adalah revitalisasi pabrik gula Mojo, Sragen, Jawa Tengah senilai Rp204,5 miliar, desain dan bangun pembangunan rumah susun di Jalan Rorotan IV, Cilincing, Jakarta Utara senilai Rp177,8 miliar, dan apartemen Mardhika Park, Tambung senilai Rp167,8 miliar.
“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Maret 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi se besar 94,4% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” ucapnya, Jumat (7/4).
Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak ba ru emiten ber kode saham ADHI itu ter diri dari APBN atau APBD tercatat 25,2%, kemudian BUMN sebesar 41,6%, sementara swasta atau lainnya sebanyak 33,2%.
Selain itu, berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebanyak 71,7%, proyek jalan dan jembatan 16,8%, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 11,5%.
Dalam keterangan tersebut perusahaan tidak mencantumkan informasi mengenai kontrak baru dari proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta dan kabupaten sekitar senilai Rp19,5 triliun seperti yang pernah dicantumkan oleh perusahaan pada Februari 2017.
Sekedar informasi, Adhi Karya mengerjakan proyek LRT itu berdasarkan Peraturan Presiden No.65/2016 tentang Perubahan Atas Perpres No.98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/LRT Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.
Rep.Top




