Senin, Januari 26, 2026

PermataBank kantongi laba bersih Rp494 miliar, naik signifikan dari tahun 2020

Must Read

Moneter.id
PT
Bank Permata Tbk (PermataBank) atau BNLI mengantongi laba bersih sebesar Rp494
miliar pada kuartal I/2021. Laba ini meningkat jika dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya yang Rp2 miliar.

“PermataBank memulai 2021 dengan hasil yang
memuaskan. Upaya kami untuk bangkit bersama dan terus memberikan kontribusi
positif terhadap pemulihan ekonomi Indonesia telah diwujudkan dengan strategi
dalam memperluas skala, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan memberikan
solusi perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” kata Plt Direktur Utama
PermataBank Abdy Dharma Salimin, Jumat (30/4).

Katanya, bertambahnya kapital PermataBank menunjang
semakin kuatnya inisiatif digitalisasi perbankan yang kami berikan bagi nasabah
setia PermataBank.

Perseroan, lanjutnya membukukan pertumbuhan total aset
sebesar 21,5 persen (yoy) menjadi sebesar Rp203,5 triliun yang mengantarkan
perseroan sebagai salah satu 10 bank komersial terbesar di Indonesia
berdasarkan total aset.

Pendapatan operasional tercatat sebesar Rp2,4 triliun
atau tumbuh sebesar 14,1 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan aset dan
bisnis bank setelah penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia pada
Desember 2020.

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 6,6 persen
(yoy) menjadi sebesar Rp117,7 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit
pada segmen wholesale banking sebesar 28,7 persen (yoy) dan kredit KPR 15,5
persen (yoy).

Selain itu, bank tetap menerapkan manajemen biaya
operasional secara optimal tercermin dari perbaikan rasio beban operasional
dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) menjadi sebesar 82,3 persen atau
membaik 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 94
persen.

Rasio pencadangan terhadap NPL terjaga baik di kisaran
yang cukup konservatif yaitu 246 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang
sama tahun lalu sebesar 152 persen.

Dengan perbaikan kualitas aset yang terjadi selama
periode berjalan, jumlah biaya penyisihan penurunan nilai kredit turun sebesar
34 persen menjadi Rp420 miliar pada kuartal I 2021.

Perseroan berhasil menjaga rasio NPL gross dan NPL net
masing-masing pada level 2,9 persen dan 1 persen, lebih baik dibandingkan
dengan periode yang sama tahun lalu masing-masing pada level 3,2 persen dan 1,2
persen.

“Perbaikan NPL akan terus dicapai dengan adanya
restrukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan kredit NPL dan
pertumbuhan kredit good book,” kata Abdy.

Posisi likuiditas bank terjaga kuat yang tercermin
pada rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 77 persen pada akhir Maret 2021,
turun dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar 80 persen.

Hal itu dikontribusikan antara lain oleh peningkatan
simpanan nasabah yang tumbuh sebesar 12,2 persen (yoy) dengan rasio CASA
sebesar 54 persen, menguat di bandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51
persen.

PermataBank juga terus mendorong penerapan
digitalisasi dalam transaksi perbankan. Transaksi digital dari semua digital
channel terutama PermataMobile X dan PermataNET mengalami pertumbuhan
signifikan sebesar dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, sedangkan transaksi
QR Pay melalui PermataMobile X mengalami pertumbuhan paling tinggi yang
mencapai di atas 400 persen.

“Digitalisasi juga diterapkan dalam pelayanan
melalui kantor cabang dengan bertambahnya Model Branch sebagai salah satu upaya
menghadirkan pengalaman perbankan yang seamless dalam pelayanan offline dan
online,” kata Abdy.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img