Moneter.co.id – Badan Karantina Pertanian Kementerian
Pertanian (BKP Kementan) membidik pasar ekspor untuk buah nanas dan buah naga
ke Tiongkok. Hal tersebut dikarenakan mengingatnya permintaan cukup besar pada
komoditas tersebut.
Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, mengatakan Indonesia bisa
memanfaatkan peluang mengeskpor kedua buah-buahan tersebut apalagi Tiongkok
tidak menetapkan kuota impor mereka.
“Kami sedang mendampingi para eksportir untuk ekspor buah naga dan
nanas ke Tiongkok karena ada permintaan cukup besar dan ekspor ini tanpa
kuota,” kata Banun dalam pelepasan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok,
Jakarta, Jumat (2/2).
Banun menjelaskan Tiongkok meminta agar Indonesia menambah segmentasi
pasar ekspor sebesar 10%, khususnya pada produk pertanian dan pangan, mengingat
negara tersebut juga tengah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi
pangan masyarakatnya Badan Karantina Pertanian pun terus melakukan edukasi dan
pendampingan kepada para eksportir melalui program inline
inspection karantina.
Program inline inspection merupakan kesatuan sistem pengawasan dari hulu
hingga hilir meliputi penilaian benih unggul, teknik budi daya yang baik (Good Agricultural Practice) dan
penanganan pasca panen yang baik (Good
Handling Practice) guna mencegah adanya cemaran hama penyakit sejak dari
kebun.
“Kami mengedukasi semua proses pengawasan in line inspection kepada petani dan eksportir, sehingga proses
pemeriksaan tindakaan karantina di tempat pengeluaran ekspor menjadi lebih
cepat, efektif dan efisien,” kata Banun.
Ada pun rencana ekspor nanas dan buah naga diupayakan bisa terlaksana
dalam waktu dekat.
Sebelumnya, produk buah yang diekspor dalam jumlah besar ke Tiongkok yakni
manggis. Indonesia berupaya memenuhi permintaan manggis ke Tiongkok sebesar
2.000 ton menjelang Tahun Baru Imlek.
(HAP)




