Moneter.id – Jakarta – PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk berinovasi dengan menyediakan tiga fitur baru
pada aplikasi BTN Mobile. Inovasi tersebut merupakan upaya perseroan
mempermudah nasabahnya melakukan berbagai transaksi hanya melalui satu platform.
Ketiga fitur baru
pada aplikasi BTN Mobile, yakni fitur Mortgage untuk pengajuan Kredit Pemilikan
Rumah (KPR), Asuransi Kecelakaan, dan pembelian tiket Kereta Cepat Whoosh.
“Fitur Mortgage pada
BTN Mobile tidak hanya dapat digunakan oleh nasabah untuk mengajukan KPR,
tetapi juga mencari hunian hingga pengecekan status pinjaman,” kata Direktur
Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Sementara, Direktur
IT & Digital Bank BTN Andi Nirwoto menambahkan pengajuan KPR Bank BTN
secara daring mencatatkan peningkatan hingga 50 persen secara tahunan.
“Dengan kehadiran
fitur baru pada BTN Mobile, perseroan optimistis angka tersebut dapat meningkat
ke depannya,” ucapnya.
Adapun untuk
pembelian asuransi kecelakaan dapat dilakukan melalui fitur lifestyle pada BTN
Mobile.
Fitur paket asuransi
kecelakaan merupakan kerja sama Bank BTN dengan IFG Life, perusahaan asuransi
jiwa dan kesehatan. Terdapat tiga opsi paket yang bisa diakses nasabah Bank BTN
yakni LifeSaver Lite, LifeSaver, dan LifeSaver+.
Paket tersebut
menyediakan layanan mulai dari fisioter, proteksi media cedera olahraga,
meninggal atau cacat tetap, dan proteksi medis kecelakaan hingga Rp400 juta.
Sementara, untuk
fitur pembelian kereta cepat, nasabah dapat mengakses layanan pada halaman
beranda BTN Mobile.
Pembayaran dapat
dilakukan dengan memasukkan nomor virtual account di fitur Kereta Cepat Whoosh
pada halaman beranda.
“BTN ke depan akan
terus melakukan pengembangan digital untuk kemudahan transaksi para nasabah dengan
menjadi One Stop Digital Housing Services,” tungkas Andi.
Diketahui, perseroan
membidik pertumbuhan kredit di level sekitar 10 persen yoy, yang akan ditopang
oleh KPR subsidi, KPR nonsubsidi, dan kredit high yield. Sedangkan, posisi
kredit dan pembiayaan Rp314,2 triliun per Agustus 2023, tumbuh 9,9 persen
secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp286,1 triliun di Agustus 2022.




