Moneter.id – PT Pertamina
(Persero) MOR VI Kalimantan menyatakan elpiji subsidi atau elpiji tabung tiga
kilogram hanya diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu (miskin). Sehingga di
luar itu tidak berhak untuk menggunakannya.
Manager Comunnication and
CSR Pertamina Kalimantan, Yuda Nugrohomenyatakan kurangnya stok elpiji di
daerah-daerah di Kalimantan termasuk di Kalbar, akibat dari masih banyaknya
masyarakat yang tergolong sudah mampu tetapi ikut menggunakan elpiji subsidi
tersebut.
“Harusnya
jika elpiji subsidi memang benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak,
maka tidak akan terjadi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan elpiji yang
memang hak mereka tersebut,” ungkapnya saat membuka Media Gathering
Pertamina Borneo 2018, di Magelang, Sabtu (1/12).
Yuda mensinyalir di
beberapa wilayah yang dilihat oleh Pertamina, ada banyak masyarakat yang
seharusnya tidak menggunakan elpiji subsidi, tapi malah menggunakannya.
Sehingga yang harusnya alokasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk
masyarakat tidak mampu, tetapi malah juga dinikmati oleh masyarakat yang mampu.
“Ini masalahnya masih
banyak masyarakat yang tergolong mampu tetapi masih juga menggunakan elpiji
subsidi tersebut,” katanya.
Contohnya, kata Yuda, ketika
pihaknya mengecek di Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) masih ada
beberapa laundry dan
rumah makan yang seharusnya tidak menggunakan elpiji subsidi, tetapi mereka
masih menggunakan elpiji subsidi tersebut. Kasus tersebut juga masih ditemukan
di Kalimantan Barat (Kalbar).
“Dari sidak kami
dengan pihak pemerintah daerah setempat, seperti masih ditemukannya pihak rumah
makan yang menggunakan elpiji subsidi tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Branch Manager
Marketing Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah, mengatakan pihaknya akan
akan menyiapkan satgas khusus untuk memantau kelancaran distribusi dan stok
Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji menjelang dan sepanjang Perayaan Natal dan
Tahun Baru. Pemantauan akan mulai aktif tanggal 15 Desember 2018 hingga 10
Januari 2019.
Satgas tersebut, sebagai
upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan pemenuhan BBM dan elpiji
dalam menyambut hari-hari besar, termasuk menjelang dan sepanjang Perayaan
Natal dan Tahun Baru nanti.
Ia mengatakan
pihaknya akan melakukan penambahan pasokan dan stok untuk BBM dan elpiji dalam
mengantisipasi peningkatan permintaan oleh masyarakat yang merayakan Natal dan
Tahun Baru.
“Untuk produk BBM
berbagai jenis kami melakukan persiapan tambahan alokasi sebesar delapan hingga
10 persen, dan elpiji sebesar lima hingga delapan persen dari kebutuhan
normalnya untuk wilayah Kalbar dan Kalteng,” katanya.
Sementara, untuk BBM jenis
solar tidak dilakukan penambahan, malah kalau belajar dari tahun-tahun
sebelumnya, penggunaan solar cenderung turun. Sebab industri dan lainnya tidak
beroperasi atau libur.
Dalam kesempatan itu, Johan
mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan BBM dan elpiji sehemat mungkin dan
tidak membeli dalam jumlah yang berlebihan. Sebab kalau hal itu yang dilakukan
malah berdampak lain. (Ant)




