Selasa, Maret 3, 2026

Pertamina – Rusia Rosneft Oil Company Teken Akta Pendirian Usaha Patungan

Must Read

Moneter.co.id – PT Kilang Pertamina
Internasional (KPI)
anak usaha PT Pertamina (Persero) dan afiliasi perusahaan migas Rusia Rosneft Oil Company,
Petrol Complex PTE LTD, menandatangani akta pendirian perusahaan patungan PT
Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Berdasarkan siaran pers perusahaan, Selasa (28/11) penandatanganan akta pendirian perusahaan itu dilakukan
di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) dengan memanfaatkan layanan
prioritas yang dilakukan oleh Tim Layanan Izin Investasi 3 Jam – Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (II3J PTSP) Pusat di BKPM, Jakarta.

Perusahaan
patungan ini akan membangun dan mengoperasikan kilang minyak baru yang
terintegrasi dengan Kompleks Petrokimia (New Grass Root Refinery and Petrochemial/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim).

Direktur
KPI Achmad Fathoni Mahmud mengatakan, untuk membangun NGRR Tuban yang
direncanakan berkapasitas 300 ribu barel per hari itu kedua perusahaan sudah
menyepakati komposisi saham perusahaan patungan PRPP terdiri atas 55 persen
saham untuk Pertamina dan sisanya 45 persen untuk Rosneft. 

Proyek
NGRR Tuban, lanjut Fathoni, akan memberikan manfaat besar baik ekonomi maupun
sosial bagi bangsa dan negara ke depan. 
“Proyek
ini akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi dengan meningkatkan
produksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V. Kilang juga akan
menghasilkan produk baru petrokimia,” katanya. 

“Pembangunan megaproyek NGRR Tuban akan menciptakan lapangan kerja,
dengan perkiraan saat proyek akan mempekerjakan 20.000-40.000 orang dan sekitar
2.000 orang setelah beroperasi,” ujarnya. 

Produksi
bahan bakar minyak NGRR Tuban diproyeksikan 80 ribu barel gasoline per hari,
solar 99 ribu barel per hari, dan avtur 26 ribu barel per hari. 
Sementara
produksi petrokimia meliputi polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen
0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta
ton per tahun.

Direksi
PT Pertamina Rosneft Pengolahan Petrokimia terdiri atas Amir H. Siagian sebagai
Presiden Direktur serta Alexander Dmitriev dan Bambang Sembodo sebagai Direktur.

Sementara itu, Deputi
Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Lestari Indah menjelaskan pemerintah
mendukung pendirian badan hukum Indonesia atas nama PT PRPP antara Pertamina
dan Rosneft.

“Pendirian
PT PRPP di bidang usaha kilang minyak dengan rencana penyerapan tenaga kerja
hingga 40 ribu ini merupakan implementasi Proyek Strategis Nasional yang
diharapkan dapat menyeimbangkan demand-supply pasokan
migas sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,”
katanya.

Peran
pemerintah melalui BKPM, khususnya PTSP Pusat, lanjut Lestari, adalah untuk
memastikan bahwa pendirian PT PRPP melalui mekanisme layanan investasi tiga jam
dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga dapat segera beroperasi secara resmi
sebagai Badan Hukum Indonesia.

“Selanjutnya
PTSP Pusat di BKPM juga siap untuk memproses permohonan fasilitas maupun
insentif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan pada saat merealisasikan
investasinya,” tegas Lestari. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img