Kamis, Januari 15, 2026

Pertumbuhan Kinerja Kuartal Pertama Terus Membaik, BTN Raup Laba Bersih Rp 594 Miliar

Must Read

Moneter.co.id – PT BTN Tbk (Persero) hingga akhir Maret 2017 sukses meraup kaba bersih sebesar Rp 594 miliar atau 21,03 persen secara tahunan (year-on-year). 

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit.

"Kami mampu memperbaiki beban bunga di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melaju di level 20,02 persen yoy. Selain itu, pendapatan operasional pun turut menopang capaian positif laba bersih perseroan," kata dia di Jakarta, Senin (17/4).

Dia menambahkan, pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan bunga BTN tercatat tumbuh 8,74 persen yoy dari semula Rp 4,19 triliun menjadi Rp 4,56 triliun. 

"Kondisi itu didorong pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit. Di satu sisi, biaya bunga hanya naik sebesar 4,94 persen yoy menjadi Rp 2,52 triliun pada kuartal I/2017," jelas dia.

Menurut Maryono, dengan capaian tersebut, pendapatan bunga bersih BTN tumbuh 13,84 persen yoy dari Rp 1,79 triliun menjadi Rp 2,04 triliun pada akhir Maret 2017. 

Kemudian, pendapatan operasional BTN pun naik 36,79 persen yoy dengan penopang terbesar berasal dari pendapatan komisi, provisi, dan administrasi yang tumbuh sebesar 27,38 persen yoy.

Penjelasan Maryono, pendapatan bunga BTN ditopang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan BTN yang naik sebesar 18,71 persen yoy menjadi Rp 169,69 triliun. 

"Posisi pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat per Februari 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4 persen yoy," ujar dia.

Komentar Maryono, pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut juga turut mendongkrak kenaikan total aset BTN sebesar 20,12 persen yoy menjadi Rp 214,31 triliun. 

"Perbaikan kualitas kredit juga kami tunjukkan dengan perbaikan rasio non-performing loan (NPL) gross BTN per 31 Maret 2017 menjadi sebesar 3,34 persen atau menurun dari 3,59 persen di periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.

Maryono menjelaskan, pertumbuhan DPK juga naik di level 20,02 persen yoy menjadi Rp 157,42 triliun. Sementara Bank Indonesia mencatat DPK secara industri hanya tumbuh 8,9 persen yoy per Februari 2017.

Keterangan dia, pertumbuhan giro menjadi pendorong terbesar peningkatan dana BTN dengan kenaikan sebesar 29,36 persen yoy. Sementara itu, deposito dan tabungan masing-masing meningkat 21,59 persen dan 5,85 persen yoy.

"Kenaikan giro dan tabungan BTN juga membuat dana murah (current account and savings account) kami naik 18,22 persen yoy dari Rp 61,3 triliun pada Maret 2016 menjadi Rp 72,47 triliun pada bulan yang sama tahun ini," ujarnya. 

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat porsi CASA menempati 46,04 persen terhadap total DPK BTN pada kuartal I/2017.Rasio keuangan BTN pun menunjukkan perbaikan. 

Misalnya, capital adequacy ratio (CAR) BTN naik dari 16,5 persen menjadi 18,9 persen pada kuartal I/2017. Lalu, loan to deposit ratio (LDR) juga membaik dari 108,98 persen menjadi 107,79 persen di kuartal I/2017. Berikutnya, net interest margin (NIM) BTN per kuartal I/2017 berada di level 4,32 persen.

Reporter : Inka

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img