Moneter.id – Jakarta
– Program bantuan pangan beras berhasil menekan laju rata-rata kenaikan harga
beras di pasar umum menjadi 0,4 persen yang berdampak pada terkendalinya
inflasi beras dan inflasi nasional.
“Jika dibandingkan dengan kenaikan harga antarbulan,
selama 4 bulan kami menjalankan bantuan pangan itu paling rendah
dibandingkan periode 4 bulan sebelumnya,” kata Kepala Divisi Perencanaan
Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Epi Sulandri di Jakarta, Rabu (2/8/2023).
Berdasarkan data BPS, Bulog mencatat rata-rata perubahan
harga berasa eceran pada periode Juli-Oktober 2022 sebesar 1,12%.
Kemudian, pada empat bulan berikutnya yakni November dan
Desember 2022 hingga Januari dan Maret 2023 terdapat rata-rata perubahan
sebesar 1,67%.
Pada Maret-Juli yang merupakan periode penyaluran bantuan
pangan beras, meski harga beras eceran mengalami sedikit kenaikan dibandingkan
2022, terdapat kestabilan harga yang turut mengendalikan inflasi. Pada periode
tersebut rata-rata perubahan harga beras turun menjadi 0,4%.
“Bahwa realisasi
penyaluran pangan tahap pertama yang dimulai pada akhir Maret lalu telah
mencapai 640.590 ton atau sebesar 100 persen dari pagu total,” ucap Epi.




