Kamis, Maret 12, 2026

Perundingan Indonesia-EU CEPA Rampung, Pemerintah Ajak Pelaku Usaha Siap Ekspor Ke Pasar Eropa

Must Read

Kementerian Perdagangan mengajak para pelaku usaha mempersiapkan diri untuk ekspor ke pasar Uni Eropa (UE). Ajakan ini menyusul rampungnya perundingan Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia – EU CEPA) secara substansif pada September 2025, memberikan waktu bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan produk dan memenuhi standar UE sebelum perjanjian ini diimplementasikan pasca-ratifikasi.

 “Pasar Eropa menuntut kualitas tinggi, keamanan produk, keberlanjutan lingkungan, serta kemasan dan label yang informatif. Jika pelaku usaha dapat menyesuaikan diri, manfaat Indonesia-EU CEPA akan terasa nyata bagi pertumbuhan ekspor Indonesia. Mayoritas produk Indonesia nantinya dapat masuk ke pasar Uni Eropa dengan tarif nol persen setelah Indonesia-EU CEPA berlaku,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono pada Jumat, (17/10/2025).

Djatmiko menambahkan, perkembangan signifikan dari perjanjian CEPA dengan UE ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha. Namun, ia mengingatkan para eksportir agar tetap bersiap untuk memenuhi standar tinggi yang ditetapkan pasar Eropa. Hal ini untuk memastikan produk Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar tinggi yang ditetapkan pasar Eropa.

Sementara itu, Head of Trade and Economic Sectionof the EU Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam, Carsten Sorensen, menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan peluang besar yang harus dipersiapkan dengan baik.

 “Indonesia-EU CEPA belum berlaku karena menunggu ratifikasi. Tetapi, begitu diterapkan, lebih dari 99 persen pos tarif akan dibebaskan. Pasar Eropa adalah pasar terbuka, namun mengedepankan kualitas, ketertelusuran, dan keberlanjutan. Begitu produk Indonesia memenuhi standar tersebut, seluruh pasar beranggotakan 27 negara akan terbuka tanpa hambatan tambahan,” terang Carsten.

Atase Perdagangan RI Brussel, Lusyana Halmiati, menambahkan, pasar Eropa memiliki karakteristik yang unik dan sangat potensial terutama untuk komoditas seperti kopi dan furnitur.

Nilai pasar kopi Eropa saat ini mencapai sekitar USD 47 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi USD 67 miliar pada 2033. Nilai impor kopi UE pada 2024 bahkan mencapai USD 24 miliar, naik 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Mayoritas impor berupa biji kopi mentah dari Amerika Latin dan Asia.

Menurut Lusy, tren konsumsi di Eropa kini semakin mengarah pada specialty coffee dan produk premium, terutama di kalangan usia 18–39 tahun yang peduli terhadap isu keberlanjutan. Ia juga mengatakan, robusta berkualitas tinggi kini semakin diminati di Eropa seiring perubahan iklim global yang memengaruhi produksi arabika.

 “Konsumen Eropa semakin menyukai kopi bersertifikat organik dan berkelanjutan, serta tertarik pada kisah di balik perjalanan kopi. Karakter ini menjadi peluang besar bagi kopi Indonesia yang memiliki keunikan rasa dan cerita asal yang kuat,” tambah Lusyana.

Selain kopi, Lusy juga menyoroti sektor furnitur yang memiliki potensi besar di pasar Eropa. Pasar furnitur Eropa merupakan yang terbesar ketiga di dunia setelah Asia Pasifik dan Amerika Utara dengan nilai mencapai sekitar 250 juta unit dan diproyeksikan meningkat menjadi 350 juta unit.

Sekitar 50 persen nilai pasar furnitur Eropa berada di segmen menengah (mid-price range) dan ini sesuai dengan karakter produk Indonesia. “Belanja furnitur secara daring juga meningkat pesat, didukung digitalisasi yang memungkinkan konsumen melihat produk dalam 360 derajat di platform e-commerce,” jelas Lusy.

Lusy juga menjelaskan, keberhasilan ekspor produk kopi dan furnitur ke Eropa perlu memperhatikan regulasi terbaru Uni Eropa, termasuk EU Deforestation Regulation (EUDR). Kebijakan ini menuntut produk yang masuk ke UE bebas dari aktivitas deforestasi.

“Artinya, eksportir perlu dapat menunjukkan data geolokasi asal bahan baku, kepatuhan terhadap hukum negara asal, dan melengkapi dokumen due diligence,” terang Lusy.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Terbaru! Daftar 10 Tol Fungsional Selama Mudik Lebaran 2026

Pemerintah memastikan menyiapkan 10 ruas jalan tol fungsional mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Total ruas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img