Sabtu, Maret 7, 2026

Perusahaan Industri Indonesia Siap Ekspansi dan Investasi, Asal…

Must Read

Moneter.co.id – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan,
sejumlah industri dalam negeri siap melakukan perluasan usaha atau ekspansi
pada tahun 2018.

Namun, lanjut Airlangga, perusahaan tersebut masih
menunggu kepastian mengenai pasokan bahan baku untuk menunjang peningkatan
produksinya.

“Mereka, di antaranya adalah Coca-Cola, Mattel, Cabot Corporation,
dan Cargill. Tetapi syaratnya bahan bakunya tidak diregulasi, atau tidak kena
larangan dan pembatasan (lartas),” kata Menperin di Jakarta, Sabtu (03/02).

Menperin meyakini, apabila kemudahan impor bahan
baku diberikan, terutama yang tidak bisa diperoleh di dalam negeri, ekspansi
dan investasi di sektor industri akan meningkat. “Ketersediaan bahan baku dapat
menjaga kontinuitas produksi industri guna memenuhi kebutuhan pasar domestik
dan ekspor,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan industri terjamin produktivitasnya,
efek berantai yang dibawa akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Misalnya, peningkatan terhadap nilai tambah, tenaga kerja, dan ekspor.
“Industri juga menjadi kontributor terbesar melalui pajak dan cukai,” ujar
Airlangga.

Badan Pusat
Statistik (BPS) merilis untuk skala manufaktur besar dan sedang mengalami
kenaikan sebesar 4,74% tahun 2017 dibanding 2016. Lonjakan ini terutama disebabkan
meningkatnya produksi industri makanan sebesar 9,93%.

Sedangkan,
pertumbuhan produksi industri manufaktur skala mikro dan kecil pada tahun 2017,
juga ikut menanjak sebesar 4,74% terhadap tahun 2016. Kenaikan ini terutama
disebabkan meningkatnya produksi komputer, barang elektronik dan optik sebesar
35,25%.

Selain memacu industri nasional semakin produktif,
Kementerian Perindustrian juga meminta supaya mereka bisa lebih inovatif.
Terlebih lagi dalam menghadapi era ekonomi digital dan penerapan teknologi
revolusi industri keempat atau Industry 4.0 yang telah berjalan saat ini.

Untuk itu,
Kemenperin mengajukan usulan kepada Kementerian Keuangan mengenai skema
pemberian tax allowance sebesar 300% kepada perusahaan yang membangun
fasilitas penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Sementara, Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur
Antara mensimulasikan rencana pemberian insentif pajak tersebut. Misalnya
sebuah perusahaan membangun pusat inovasi di Indonesia dengan nilai investasi
Rp1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan
kena pajak sebesar Rp3 miliar kepada perusahaan tersebut. “Jadi bentuk
pengurangannya, dari biaya litbangnya dikalikan tiga,” jelasnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img