Sabtu, Maret 7, 2026

Perusahaan Patungan Jasindo-BTN Segera Ajukan Izin Usaha

Must Read

Moneter.co.id – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sedang mengajukan izin usaha perusahaan asuransi jiwa patungan. Ditargetkan pengajuan itu terlaksana pada semester II/2017.

Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, sebelum mengajukan izin usaha ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihaknya terlebih dahulu akan menuntaskan proses penyusunan struktur manajemen perusahaan asuransi jiwa patungan tersebut. 

“Saat ini sedang dibentuk struktur working group yang akan melakukan pembahasan terhadap manajemen perusahaan tersebut,” ucapnya, Senin (31/7).

Sahata menjelaskan, jika tidak ada kendala dalam berbagai proses penyusunan struktur manajemen, pihaknya menargetkan pengajuan izin ke OJK dapat dilakukan pada semester II/2017.

Rencana pendirian perusahaan asuransi jiwa ini sebenarnya sudah mencuat sejak 2014 lalu. Sebelumnya, keduabelah pihak juga menargetkan segala perizinan pembentukan perusahaan patungan tersebut sudah dirampungkan pada akhir tahun 2016.

Ia menambahkan, mundurnya pendirian perusahaan itu disebabkan belum terpenuhinya seluruh persyaratan yang ditetapkan regulator. Salah satunya ialah mengenai kelengkapan jajaran manajemen. 

Lebih lanjut, dia mengungkapkan perusahaan asuransi jiwa patungan itu nantinya akan diberi nama BTN-Jasindo Life. Untuk pendirian perusahaan tersebut, masing-masing perusahaan telah menyepakati besaran modal yang akan disalurkan.

“Modal awal yang disetor itu Rp300 miliar, dari total itu sekitar 70% akan berasal dari BTN. Sementara, sisanya sebesar 30% akan disalurkan dari Jasindo,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, tujuan kedua perusahaan mendirikan perusahaan asuransi jiwa patungan disebabkan penetrasi asuransi jiwa di kalangan masyarakat masih sangat rendah yaitu hanya berkisar 2,5%.

Menurutnya, pada tahap awal pengoperasian, target pasar akan ditujukan kepada nasabah BTN dan Jasindo. Kemudian, beberapa tahun kedepan akan dilakukan diverisifkasi pemasaran untuk menggaet lebih banyak nasabah. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan besarnya potensi bisnis asuransi jiwa di Indonesia memang menarik minat sejumlah investor untuk menjalankan bisnis tersebut.

“Hingga kuartal I/2017, terdapat 3 perusahaan asuransi jiwa yang baru beroperasi dan telah bergabung dalam keanggotaan AAJI,” ujarnya. 

Ia menyebutkan 3 perusahaan yang baru bergabung antara lain ialah PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, dan PT Asuransi Ciputra Indonesia.

Seperti diketahui, pada awal 2017, OJK telah memutuskan pemberian izin usaha kepada 4 perusahaan asuransi jiwa yaitu PT Bumiputera Life Insurance, PT Pacific Life Insurance, PT Asuransi Ciputra Indonesia dan PT Asuransi Jiwa Millenium yang ditetapkan pada 6 Januari 2017. 

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Dumoly F. Pardede menilai kehadiran pelaku baru di industri asuransi nasional memang masih sangat terbuka. “Penetrasi industri tersebut masih terbilang rendah,” pungkasnya.

Rep.Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img