Moneter.co.id – PT
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menggandeng Perum Jasa Tirta II, PT
Energy Management Indonesia, PT Pertamina (Persero), dan PT Hutama Karya
(Persero). dalam rangka membangun dan mengembangkan infrastruktur perseroan.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan
kerja sama antar-BUMN tersebut di Kantor Kementerian BUMN,Jakarta, Jumat
(10/11/).
“Penandatanganan perjanjian antara PGN dengan
empat BUMN lainnya ini tidak hanya sebagai bentuk sinergi, tetapi lebih jauh
lagi menunjukkan bahwa infrastruktur dapat dibangun secara terintegrasi,”
kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian
BUMN Edwin Hidayat Abdullah.
Kesepakatan antara PGN dan Perum Jasa Tirta II
adalah pemanfaatan aset, di mana dalam rangka kegiatan operasionalnya, PGN
memanfaatkan lahan Perum Jasa Tirta II untuk penanaman pipa gas dan
fasilitasnya di daerah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.
Perjanjian dengan PT Energy Management Indonesia
(Persero) terdiri atas dua perjanjian kerja sama, yakni kerja sama jasa
penyediaan audit energi di Kantor Pusat PGN. Kerja sama lainnya adalah untuk
jasa implementasi pemasangan sistem monitoring energi pada bangunan utama
gedung di area Stasiun Kompresor Pagardewa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera
Selatan.
Sementara dengan Pertamina, PGN bersepakat
menjalin kerja sama pembangunan pipa transmisi gas Duri-Dumai di Riau sepanjang
67 km. Dalam kerja sama operasi (KSO) itu, PGN menguasai 40% saham sedangkan
Pertamina yang diwakili Pertagas memiliki saham 60%.
PGN dan Pertagas juga sekaligus menandatangani
kesepakatan dan Komitmen penggunaan jalur tol Trans-Sumatera milik PT Hutama
Karya (Persero). Rencananya, sekitar 40 km jalur pipa akan berada pada jalur
jalan tol Pekanbaru-Dumai yang saat ini sedang dalam fase konstruksi oleh
Hutama Karya .
Melalui kerja sama ini, ditargetkan per 1 Oktober
2018 gas bumi dari pipa itu sudah mengalir ke pelanggan di Dumai. Total pasokan
gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 200 juta
kaki kubik per hari (mmscfd).
Gas tersebut akan mengalir memenuhi kebutuhan
industri di Riau, industri petrokimia, dan operasional kilang Dumai milik
Pertamina. (SAM)




