Senin, Januari 26, 2026

Piala Dunia Pengaruhi Tren Belanja Iklan

Must Read

Moneter.co.id – Perhelatan sepakbola terbesar di dunia di Rusia, Piala
Dunia 2018 akan segera digelar.
 Selain ditunggu-tunggu
oleh para pecinta sepak bola dan pelaku bisnis. Momen ini juga dinilai cukup
berpengaruh terhadap tren belanja iklan.

Lembaga
survey Nielsen mencatat ajang sepakbola empat tahunan yang digelar oleh FIFA cukup berpengaruh terhadap tren
belanja iklan. Contohnya saat Piala Dunia 2010, pada Juni dan Juli tercatat
total belanja iklan masing-masing mencapai angka Rp3,1 triliun, lebih tinggi
dari bulan-bulan lainnya.

Sepanjang
Piala Dunia 2010, total belanja iklan yang tayang pada program pertandingan itu
mencapai Rp695 miliar dengan jumlah spot iklan sebanyak 10.541.

Hellen Ketherina, Executive Director Head
of Media Business
 Nielsen Indonesia mengatakan, iklan
korporasi menjadi yang terbesar dengan total belanja Rp116,8 miliar, diikuti
oleh rokok kretek sebesar Rp104,1 miliar serta posisi ke-3 iklan telekomunikasi
Rp85,3 miliar dan ke-4 iklan minuman kesehatan sebesar Rp64,9 miliar.

“Untuk kenaikan jumlah penonton mencapai 4 kali lipat
dibanding waktu normal,” ujar beberapa hari lalu.

Sementara
itu, Gudang Garam yang menjadi sponsor utama dalam event ini menjadi merek yang
paling banyak menghabiskan dananya untu kebutuhan iklan. Lewat Intersport dan
Gudang Garam Internasional, perusahaan kretek asal Kediri ini menggelontorkan
masing-masing Rp96,1 miliar dan Rp53,7 miliar.

“Di urutan ke- 3 sampai ke-5 ditempati Telkomsel Sim
Card. Extra Joss, dan Supermi dengan total belanja masing-masing Rp37,7 miliar,
lalu Rp33,9 miliar, dan Rp30,2 miliar,” ucap Hellen.

Pada
Piala Dunia 2014 di Brazilia menunjukan sedikit perbedaan di sektor
permisa dan total belanja. Hal ini dipengaruhi oleh bersamaan bulan puasa,
sehingga berpenguruh pada kepermisaan televisi.

Nielsen merilis total belanja iklan yang digelontorkan
mencapai lebih dari Rp7 triliun. “Namun, total belanja iklan yang
dihasilkan lebih rendah dibandingkan Piala Dunia 2010, yaitu mencapai Rp316
miliar,” kata Hellen.

Kategori
Telekomunikasi dan Minuman Kesehatan masih ada dalam jajaran kategori utama
yang mensponsori program tayangan Piala Dunia, dengan nilai belanja iklan
masing-masing mencapai Rp80,4 miliar dan Rp56,7 Miliar.

Telkomsel dan Extra Joss adalah produk dengan iklan
terbesar dengan nilai belanja iklan Rp 39,6 miliar dan Rp 35,9 miliar, tidak
jauh berbeda dengan yang digelontorkan di Piala Dunia 2010. Sementara itu,
jumlah penonton mengalami kenaikan 10 kali lipat dibanding hari-hari biasa.

“Perbedaan
waktu dengan penyelenggara Piala Dunia memengaruhi jam penayangan. Sehingga
menjadi salah satu faktor yang berdampak pada  kepemirsaan televisi.
Selain itu, momen bulan Ramadhan juga ikut berpengaruh,” ujarnya.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pelatihan Ekspor Digital Ajak UMKM Ambil Peluang untuk Tembus Pasar Global

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) antusias dalam mengikuti Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img