Moneter.co.id – Perusahaan kontruksi nasional PT PP Properti Tbk (PPRO) telah menggunakan dana rights issue sebesar Rp 974 miliar atau 64,08% dari total dana rights issue hingga akhir Juni 2017.
Anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini menggunakan dana untuk investasi sebesar Rp 517 miliar, modal kerja sebesar Rp 304 miliar dan sekitar Rp 152 miliar untuk pengembalian utang. Sisa dana penawaran umum PPRO saat ini adalah Rp 550 miliar.
Direktur Keuangan PPRO Indaryanto mengatakan, sisa dana dari hasil penawaran umum terbatas sebesar Rp 450 miliar didepositokan dengan jangka waktu rata-rata satu bulan roll over, dengan posisi terakhir sebagaimana daftar deposito dana penawaran umum terbatas per 30 Juni 2017 dan sebesar Rp 100 miliar terdapat di bank BTN Syariah.
Sebelumnya, PPRO telah melakukan rights issue dengan tanggal efektif per 11 April yang lalu dengan jumlah hasil bersih penawaran umum sebesar Rp 1,52 triliun.
PPRO merencanakan untuk menggunakan dana tersebut untuk modal kerja sebesar 70% untuk investasi atau sebesar Rp 1,06 triliun, Untuk modal kerja sebesar 20% atau Rp 304 miliar dan sisanya, atau 10% akan digunakan untuk pembayaran utang sebesar Rp 152 miliar.
Perseroan hingga akhir tahun berencana memiliki landbank atau cadangan lahan hingga mencapai sekitar 400 hektare.
Sebelumnya, Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat menjelaskan pada akhir tahun lalu jumlah cadangan lahan perseroan mencapai 60 hektare. Total cadangan pada akhir 2017 seluas 400 hektare, lanjutnya, sehingga luas landbank PP Properti juga tumbuh hingga lima kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.
“Pada akhir tahun 2017, PP Properti merencanakan landbank akan mencapai sekitar 400 hektare. Cadangan lahan yang besar, kami akan lebih leluasa untuk terus tumbuh meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di masa mendatang,” ungkapnya.
Disebutkannya, saat ini cadangan lahan PP Properti sudah mencapai 84 hektare atau naik 40% dibandingkan dengan 60 hektare pada akhir 2016. Dimana cadangan lahan itu tersebar antara lain di Jabodetabek, Cikarang, Lombok, Surabaya, Semarang, dan Jawa Barat.
Taufik menjelaskan, lonjakan cadangan lahan pada tahun ini di antaranya dari lahan Aerocity Kertajati, lahan di Seturan Yogyakarta, Jatinangor Bandung, dan Telogomas Malang. ”Kami utamakan untuk mengembangkan produk apartemen di sekitar kampus,” pungkasnya.
Rep.Hap




