Moneter.co.id – Situs properti Lamudi meluncurkan Laporan Real Estate Tahun 2016, dalam laporan tersebut berisikan mengenai kondisi industri properti tahun lalu serta prediksi pasar real estate tahun 2017 ini.
Menariknya, dalam laporan itu terdapat pembahasan mengenai dampak investasi asing serta minyak dan gas terhadap industri properti tanah air, dimana dalam laporan tersebut memberikan sinyal yang positif.
“Warga negara asing (WNA) kini semakin tertarik untuk untuk membeli properti di Indonesia,” kata Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia diketerangan resmi yang Moneter.co.id terima, Jumat (28/4)
Namun ternyata tak semua sektor dinilai positif karena sektor sewa perkantoran ternyata mengalami penurunan dari 93.7 % ke 85.6%. Permintaan akan apartemen pun mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun 2015.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengeluarkan beragam kebijakan baru, contohnya seperti pelonggaran aturan kepemilikan properti oleh orang asing, pelonnggaran Loan to Value (LTV) yang saat ini menjadi 15% serta menurunkan tarif Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang tertuang dalam Paket Kebijakan XI yang diumumkan 29 Maret 2016.
Laporan ini juga memaparkan mengenai tren harga rata-rata apartemen yang meningkat 4.6% sementara kenaikan harga rumah hanya sebesar 2.75%. Kenaikan tertinggi untuk harga rumah adalah terjadi pada rumah tipe kecil dengan dua kamar tidur yakni mencapai 3.76%.
Sementara itu, Ali Tranghanda direktur Indonesia Property Watch menjelaskan, kami merekomendasikan pemerintah untuk lebih fokus dalam menangani kekurangan rumah di Indonesia. “Jelas bahwa kekurangan rumah masih menjadi prioritas utama bagi masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan mengenai prediksi properti tahun 2017, “Selesainya program amnesti pajak akan turut mendorong penjualan properti,” tutup Ali.
Rep.Hap




