Rabu, Januari 28, 2026

Presiden Turki: Belanda Harus Diajarkan Caranya Berdiplomasi

Must Read

Moneter.co.id – Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebut Belanda harus diajarkan bagaimana caranya berdiplomasi. Ia menyebut Belanda akan membayar harga yang sangat mahal atas apa yang terjadi.

“Mereka pasti akan membayar mahal dan juga belajar apa diplomasi. Kami akan mengajarkan mereka diplomasi internasional,” kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (12/3).

Sebelumnya, Erdogan telah terlebih dahulu memerintahkan penutupan Kedutaan Besar dan Konsulat Belanda sebagai respon atas insiden yang melibatkan otoritas Belanda dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, serta Menteri Urusan Keluarga Turki, Fatma Betul Sayan di Roterdam. Insiden ini merupakan awal dari ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Sumber di Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, penutupan Kedutaan Besar dan Konsulat Belanda di Turki karena alasan keamanan, sebuah alasan yang sama seperti yang digunakan Belanda ketika melarang para menteri Turki menemui massa pro-Erdogan di Rotterdam. 

Tempat tinggal Duta Besar, kuasa usaha dan Konsul Jenderal Belanda di Turki juga ditutup. Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan menegaskan, Ankara untuk sementara tidak menghendaki Duta Besar Belanda yang sedang cuti kembali ke Turki.

”Ini telah dijelaskan kepada rekan-rekan kami, bahwa keputusan penutupan ini diambil sebagai perlawanan Turki dan masyarakat Turki di Belanda yang akan menyebabkan masalah diplomatik, politik, ekonomi dan yang lain secara serius,” kata pernyataan kementerian Luar Negeri Turki. 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img