Selasa, Maret 3, 2026

Produksi Batu Bara Adaro Energy Turun 2 Persen

Must Read

Moneter.co.id – PT Adaro Energy Tbk
(ADRO) mencatatkan produksi batu bara mencapai 51,79 juta metrik ton (Mt) atau
turun 2% secara
year on year (YoY) pada tahun lalu.

Pada
kuartal IV/2017, produksi batu
bara mencapai 12,43 juta ton (Mt) atau turun 7% dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Kontribusi batu bara itu disumbangkan dari PT Adaro
Indonesia, Balangan Coal Companies dan Adaro MetCoal Companies.

Dikutip
keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/2), total
volume penjualan batu bara turun 4% menjadi 51,82 Mt pada 2017. Angka ini turun
4% dibandingkan 2016. Penjualan batu bara mencapai 12,39 Mt atau turun 9% pada
kuartal IV/2017 dibandingkan kuartal IV/2016.

Penjualan batu bara perseroan didominasi negara-negara
berkembang. Pasar Indonesia mendapatkan prioritas dengan penjualan sekitar 20%
pada 2017.

Kemudian
Malaysia meliputi 15% dari penjualan Adaro Energy dan
menjadi pasar ekspor terbesar pada 2017. Hal itu karena Malaysia mempunyai
beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mulai beroperasi pada 2017.

China
12% dan Korea Selatan sebesar 11% dari penjualan Adaro Energy. Hal itu karena
kedua negara ini memenuhi peningkatan kebutuhan domestik dari pasar impor.

Manajemen PT Adaro Energy Tbk juga melihat 2017 menjadi
tahun positif bagi industri batu bara. Ini ditunjukkan dari harga batu bara
naik signifikan. Harga batu bara global newcastle rata-rata naik 34% mencapai
US$ 88 per metric ton.

Pada
kuartal IV/2017, harga batu bara mencapai rata-rata US$ 98 per metric ton atau
empat persen lebih tinggi dari pada harga rata-rata kuartal III/2017.

Kondisi
ekonomi meningkat di negara maju membawa keuntungan bagi negara berkembang dan
mendorong peningkatan permintaan terhadap batu bara.

Bersama
rasionalisasi produksi di China dan kekurangan suplai batu bara global,
peningkatan permintaan menopang harga batu bara tetap kuat.

PT
Adaro Energy Tbk (ADRO) menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen
interim berdasarkan kurs konversi pembagian dividen interim tahun buku 2017.

Perseroan
mengacu kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 13.498 per dolar Amerika Serikat
pada 3 Januari 2018. Perseroan bagikan dividen interim 2017 sebesar Rp 1,35
triliun untuk 31.985.962.000 lembar saham. Dividen interim tersebut Rp 42,25
per saham.


(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img