Moneter.id – Sebanyak 15
perusahaan unggulan Indonesia berpartisipasi dalam pameran International
Sourcing Expo Australia 2018 yang berlangsung pada 20-22 November 2018 di
Melbourne Convention & Exhibition Center, Melbourne Australia. Pameran
busana dan aksesori terbesar di Australia ini merupakan ajang promosi produk
Indonesia di dunia fesyen internasional.
Kepala Indonesian
Trade Promotion Center Sydney Agung Haris Setiawan mengatakan, bahwa dengan
mengikuti ajang ini diharapkan produk-produk Indonesia dapat semakin
meningkatkan pengaruhnya di dunia fesyen internasional.
“Pameran ini
merupakan ajang promosi yang tepat karena selain mempromosikan produk kreatif
Indonesia juga sekaligus sebagai upaya diplomasi fesyen untuk meningkatkan
citra Indonesia di Australia,” ujarnya disiaran pers yang diterima MONETER.id, Senin (26/11).
Pada ajang
ini, kata Agung, paviliun Indonesia berada di area antara pameran International
Sourcing Expo Australia 2018 dan Footwear & Leather Show Australia 2018.
Hal ini sangat menguntungkan dikarenakan dengan mendaftar pada satu pameran,
berpotensi untuk dikunjungi oleh pengunjung dari dua pameran tersebut.
Paviliun
Indonesia dalam pameran ini mengikutsertakan 15 pelaku usaha dengan total 13
stan. Stan tersebut merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar RI di Canberra,
Konsul Jenderal RI di Melbourne, ITPC Sydney, dan Smesco Indonesia. Ke-15
perusahaan yang berpartisipasi tersebut adalah Jenehara, Maniest Gaya Kreatif,
Kalyana Indonesia, PT Venamon, Chandra Collection, PT Utaliya, PT Mario Minardi
Indonesia, SSS Silver, Bermock, Vio Spirit of Bali, Arya Gatsu Depok, Batu
Cantik Bali, Hesandra Indonesia, IM & Co, serta Gee Batik.
Dari
keseluruhan perusahaan tersebut terdapat enam UKM yang telah dikurasi dan
difasilitasi oleh Smesco Indonesia. Keenam UKM itu, yakni Vio Spirit of Bali,
Arya Gatsu Depok, Batu Cantik Bali, Hesandra Kaltim, Bermock dan CV IM & Co
dari Bandung. Produk yang dipamerkan berupa produk busana (tas, sepatu),
aksesoris, dan tekstile (batik, fesyen, dan garmen).
“Sebenarnya
ada sekitar 26 UKM yang telah mendaftar, namun setelah melalui proses kurasi
akhirnya hanya enam yang terpilih untuk ikut dalam pameran ini,” kata Direktur
Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi.
International
Sourcing Expo Australia 2018 dan Footwear & Leather Show Australia 2018
rutin diadakan setiap tahun. Kali ini pameran melibatkan peserta dari India,
China, Mauritius, Bangladesh, Pakistan, Hong Kong, Vietnam, Afrika Selatan,
Taiwan, Turki, Fiji, Indonesia, Australia, Korea Selatan, dan Malaysia.
Salah satu
rangkaian kegiatan pada pameran ini adalah global runway, yaitu rangkaian
peragaan busana. Pada acara ini Indonesia berkesempatan memamerkan produk
fesyen yang diproduksi para perancang Indonesia.
Selanjutnya,
ITPC Sydney akan membawa merek Indonesia ke ajang fesyen Australia. Merek
Indonesia yang akan mengikuti peragaan busana tersebut antara lain yaitu
Jenahara, Gee Batik, Up2Date Plus, Hesandra, dan juga Bermock.




