La Maison De L’Indonesie Paris akan ambil bagian dalam simposium pertama bertema “Makanan Indonesia di Luar Indonesia” yang digelar pada 27 Maret 2026 di Leiden, Belanda. Dalam ajang ini, Eka Moncarré akan hadir sebagai salah satu pembicara untuk membagikan pengalaman dalam mempromosikan kuliner Indonesia di kancah internasional, khususnya di Prancis.
Simposium ini mempertemukan berbagai pelaku industri kuliner dan akademisi, mulai dari koki, pemilik restoran, penulis buku masak, hingga peneliti, guna membahas bagaimana masakan Indonesia direpresentasikan, diadaptasi, dan berkembang di luar negeri. Seiring meningkatnya popularitas kuliner Nusantara secara global, diskusi tidak lagi berfokus pada potensi ekspor, melainkan pada transformasi dan interpretasi budaya yang terjadi di berbagai negara.
Peran diaspora Indonesia menjadi sorotan utama dalam forum ini. Dari restoran di Eropa hingga publikasi kuliner di Amerika Utara, para pelaku diaspora dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan identitas kuliner Indonesia. Upaya mereka menunjukkan bahwa makanan bukan sekadar soal resep, tetapi juga mencerminkan identitas, migrasi, adaptasi, serta diplomasi budaya.
Sejumlah pembicara dari berbagai negara telah dikonfirmasi hadir, di antaranya Patricia Tanumihardja, Maureen Tan, Pepy Nasution, Andita Schirmacher, hingga Prof. Dr. Tom Hoogervorst. Mereka akan berbagi perspektif lintas budaya mengenai perkembangan dan posisi masakan Indonesia di panggung global.
Dalam kesempatan tersebut, Eka Moncarré juga akan mempresentasikan buku kuliner terbarunya berjudul “L’Indonesie à la maison”, sebagai bentuk pelestarian warisan kuliner Indonesia di tengah arus globalisasi. “Kami sangat antusias dapat menjadi bagian dari simposium ini. Ini adalah kesempatan besar untuk memperkenalkan identitas kuliner Indonesia kepada dunia serta membangun kolaborasi lintas budaya,” ujarnya.
Simposium yang diselenggarakan oleh Stichting Eating Habits, Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Global), dan KITLV Leiden ini akan menghadirkan diskusi panel, sesi interaktif, hingga lokakarya. Acara ini terbuka untuk umum, baik secara langsung di De Oude Sterrewacht, Leiden, maupun secara daring melalui Zoom, dengan tujuan memperkuat eksistensi kuliner Indonesia di tingkat internasional.




