Senin, Maret 2, 2026

Proses Divestasi 51 Persen Saham Freeport Oleh Inalum Selesai April 2018

Must Read

Moneter.co.id – Penyelesaian
proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia oleh induk usaha BUMN
pertambangan PT Inalum (Persero) telah mendapat arahan langsung dari Presiden
Joko Widodo (Jokowi) agar bisa selesai pada April 2018.

Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan
draf final dokumen izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sebagai payung operasi
Freeport Indonesia setelah ada kesepakatan dalam perundingan yang berlangsung
saat ini.

Untuk
perundingan divestasi, lanjut Jonan yang menjadi salah satu isu pokok dalam
negosiasi Pemerintah Indonesia dan Freeport Indonesia, diharapkan agar selesai
sebelum akhir April 2018.

“Arahan Bapak Presiden
untuk penyelesaian divestasi Freeport Indonesia kalau bisa sebelum akhir April
sudah selesai. Draf final IUPK sudah siap,” kata Jonan, Senin (5/3).

Dalam proses divestasi
tersebut, pihak nasional yang diwakili oleh PT Inalum (Persero) berniat untuk
membeli 40% hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia yang akan
dikonversi terlebih dahulu menjadi saham.

Pembelian saham partisipasi
Rio Tinto dalam rangka memenuhi kewajiban divestasi 51% Freeport Indonesia akan
mengurangi dampak langsung terhadap Freeport—McMoRan Inc., induk usaha Freeport
Indonesia yang menguasai 91,64% saham, secara signifikan.

Pasalnya,
dengan mengambil saham partisipasi Rio Tinto yang rencananya dikonversi menjadi
saham, maka Freeport—McMoRan hanya perlu melepas sahamnya sedikit lagi.

Seperti diketahui, melalui
kerja sama dengan Freeport—McMoRan yang diteken pada 1995, Rio Tinto ikut
berinvestasi dalam pengelolaan Tambang Grasberg di Papua dengan saham
partisipasi sebesar 40%.

Hingga akhir 2021, Rio Tinto
memiliki hak 40% apabila produksi mencapai level tertentu. Setelah itu, jatah
40% Rio Tinto akan dihitung dari seluruh produksi atau pendapatan Freeport
Indonesia.

Jika saham partisipasi Rio
Tinto itu berubah menjadi 40% saham di Freeport Indonesia, kepemilikan
Freeport-McMoRan sebesar 81,28% akan terdilusi menjadi 48,768%, sedangkan anak
usahanya, PT Indocopper Investasma, dan Pemerintah Indonesia yang memiliki
saham sebesar 9,36%, akan terdilusi menjadi 5,616%.

Terkait dengan hal itu, Jonan
menyatakan bahwa apabila skema ini yang diambil, pihak nasional tinggal membeli
saham Rio Tinto dan Indocopper Investama. Dengan demikian kepemilikan nasional
akan memenuhi ketentuan sebesar 51%.

Sebelumnya, CEO
Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson menyatakan bahwa kepastian pembelian hak
partisipasi Rio Tinto sebesar 40% oleh Inalum akan terjadi dalam waktu yang
sangat dekat. Pihaknya tidak akan terlibat dalam diskusi tersebut.
“Freeport tidak akan terlibat langsung dalam diskusi tersebut,” ucapnya.

Richard menjelaskan, dalam
proses divestasi tersebut, Pemerintah Indonesia terus mempersiapkan dirinya
untuk masuk sebagai pengelola tambang Freeport Indonesia di Papua. Hal itu
termasuk melakukan survei ke lokasi.

“Pemerintah Indonesia
melakukan banyak pekerjaan untuk mempersiapkan diri menghadapi negosiasi dengan
Rio, termasuk mempekerjakan para dan melakukan kunjungan lapangan,” tungkas
Richard.

 

(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img