Kamis, Maret 5, 2026

PT Aneka Tambang raup laba bersih Rp1,14 triliun pada akhir tahun 2020

Must Read

Moneter.id

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan lonjakan laba besih pada akhir tahun
2020 sebesar 492% menjadi Rp 1,14 triliun, dibandingkan perolehan pada akhir
tahun 2019 Rp 193,85 miliar.

“Penjualan perseroan justru turun 16,33% menjadi Rp
27,37 triliun hingga akhir 2020, dibandingkan periode sama tahun 2019 senilai
Rp 32,71 triliun,” tulis perseroan dalam keterangan resminya, Senin (15/3).

Peningkatan laba bersih tersebut didukung penurunan
beban pokok penjualan juga menjadi Rp 22,89 triliun atau turun 19,01% dari
sebelumnya Rp 28,27 triliun.

Akibatnya, laba kotor perseroan sebesar Rp 4,47
triliun atau naik 0,64% dari semula Rp 4,44 triliun. Jumlah beban usaha
perseroan sepanjang tahun 2020 juga turun 30,01% menjadi Rp 2,44 triliun,
dibandingkan periode 31 Desember 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 3,49
triliun.

Raihan ini diperoleh dari beban umum dan administrasi
sebesar Rp 1,91 triliun serta beban penjualan dan pemasar sejumlah Rp 533,06
miliar pada akhir tahun 2020.

Lebih lanjut, laba usaha perseroan sebesar Rp 2,03
triliun atau naik 112% dari akhir tahun 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp
955,61 miliar.

Sementara laba sebelum pajak penghasilan dicatatkan
sebesar Rp 1,64 triliun atau naik 138% dari sebelumnya Rp 687,03 miliar
Sedangkan total aset perseroan hingga 31 Desember 2020 mencapai Rp 31,72
triliun, naik 5,08% dari 31 Desember 2019 yakni Rp 30,19 triliun.

Sedangkan liabilitas sebesar Rp 12,69 triliun, naik
5,21% dari semula Rp 12,06 triliun dan total ekuitas naik 4,99% menjadi Rp
19,03 triliun dari sebelumnya Rp 18,13 triliun.

Di sisi lain, perseroan memproyeksikan kinerja
produksi maupun komoditas tumbuh positif pada 2021. Untuk jenis produk
feronikel, pihaknya menargetkan volume produksi dan penjualan mencapai 26,000
ton nikel (TNi).

Jumlah ini relatif stabil apabila dibandingkan dengan
capaian produksi dan penjualan pada tahun 2020 lalu yakni masing-masing sebesar
25,970 TNi dan 26,163 TNi.

Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total
produksi mencapai 8,44 juta wet metric ton (WMT). Peningkatan ini nantinya akan
digunakan oleh perseroan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan juga mendukung
penjualan kepada pelanggan domestik.

ANTM menargetkan komoditas bijih nikel pada tahun ini
dapat terjual sebanyak 6,71 wmt, atau naik 104% dibandingkan penjualan di tahun
2020 yaitu 3,30 juta wmt (unaudited).

Membaiknya outlook pertumbuhan industri pengolahan
nikel dalam negeri menjadi sebab perseroan meningkatkan target penjualannya.

Kemudian, pada komoditas ketiga yakni emas, Aneka
Tambang memproyeksikan produksi mencapai 1,37 ton emas yang akan dikontribusi
dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung yaitu 18 ton. Untuk memuluskan rencana
itu, perseroan berfokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar
dalam negeri. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Stockbit dan Bibit Catatkan Pertumbuhan yang Solid di Pasar Modal Indonesia

Di tengah lanskap startup Indonesia yang semakin kompetitif dan penuh dinamika dewasa ini, tidak banyak perusahaan teknologi finansial Tanah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img