Moneter.id
–
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank BRIsyariah Tbk
menyepakati penggabungan (merger) perseroan
dengan PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) sebagai
rangkaian proses yang harus dilalui dalam proses menjadi PT Bank Syariah
Indonesia Tbk. Bank hasil merger akan bergabung secara efektif pada 1 Februari
2021.
PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri
(BSM) menyetujui bergabung ke dalam BRIsyariah, dan akan beroperasi pasca
tuntasnya proses dan persetujuan merger
diperoleh dari regulator,” tulis keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/12/2020)
Selain itu, rapat juga turut menyetujui visi bank
hasil penggabungan untuk “Menjadi 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia.
Penggabungan BRIS, BNIS, dan BSM dilakukan untuk menciptakan
bank syariah berskala besar guna meningkatkan penetrasi ekonomi dan keuangan
syariah di Indonesia.
Baca juga: Bank Syariah BUMN ‘Merger’ Jadi Bank Syariah
Indonesia, Bakal Miliki Aset Capai Rp214,6 Triliun
RUPSLB juga menyetujui struktur pengurus bank hasil
penggabungan akan terdiri dari seorang direktur utama, dua wakil direktur utama,
dan masing-masing satu direktur wholesale
& transaction banking, retail
banking, sales & distribution,
information technology & operations,
risk management, compliance & human capital, serta finance & strategy.
RUPSLB BRIsyariah juga menyepakati penambahan tugas,
tanggung jawab, dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk Bank Hasil
Penggabungan. Bersamaan dengan itu, disepakati pula aturan mengenai kewenangan,
jumlah minimal, dan masa jabatan DPS.
Sementara itu, seluruh pejabat direksi dan dewan
komisaris yang telah ditunjuk akan mulai bekerja efektif mulai tanggal efektif
merger pada 1 Februari 2021 dan merger
mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta mendapat persetujuan
hasil wawancara yang dilakukan oleh OJK mengikuti ketentuan yang berlaku.
Berikut
susunan manajemen baru berdasarkan hasil RUPSLB:
Dewan Komisaris:
Mulya
E. Siregar : Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Suyanto
: Komisaris
Masduki
Baidlowi : Komisaris
Imam
Budi Sarjito : Komisaris
Sutanto
: Komisaris
Bangun
S. Kusmulyono : Komisaris Independen
M.
Arief Rosyid Hasan : Komisaris Independen
Komaruddin
Hidayat : Komisaris Independen
Eko
Suwardi : Komisaris Independen
Dewan Pengawas Syariah:
Mohamad
Hidayat : Ketua Dewan Pengawas Syariah
Oni
Syahroni : Anggota Dewan Pengawas Syariah
Hasanudin
: Anggota Dewan Pengawas Syariah
Didin
Hafidhuddin : Anggota Dewan Pengawas Syariah
Direksi:
Hery
Gunardi : Direktur Utama
Ngatari
: Wakil Direktur Utama 1
Abdullah
Firman Wibowo: Wakil Direktur Utama 2
Kusman
Yandi : Direktur Wholesale Transaction Banking
Kokok
Alun Akbar : Direktur Retail Banking
Anton
Sukarna : Direktur Sales and Distribution
Achmad
Syafii : Direktur Information Technology
Tiwul
Widyastuti : Direktur Risk Management
Tribuana
Tunggadewi : Direktur Compliance and Human Capital
Ade
Cahyo Nugroho : Direktur Finance and Strategy
Khusus untuk pengangkatan pejabat dewan pengawas
syariah yang ditunjuk tersebut akan berlaku efektif pada tanggal efektif merger
dan setelah mendapat rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama
Indonesia dan persetujuan hasil wawancara yang dilakukan oleh OJK.
Manajemen yang ditunjuk oleh pemegang saham dan
pemerintah Indonesia sebagai ultimate
shareholder dari bank hasil penggabungan mencerminkan kebutuhan bank
syariah Indonesia saat ini dan ke depan. Selain itu, bertugas memastikan proses
integrasi berjalan mulus, memberikan layanan yang terbaik bagi para nasabah dan
para pemangku kepentingan, juga untuk mewujudkan visi Bank Syariah Indonesia
menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia dan di dunia.
Rencana
bisnis
Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan rencana bisnis
yang akan dilakukan pada 2021-2023 dengan mendesain ulang model bisnis yang
lebih inklusif sesuai dengan prinsip syariah setelah adanya merger PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank
BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).
“Kami sepakat membangun brand lebih tidak terlalu
menggambarkan bank ini eksklusif tapi inklusif, menjadi bank syariah lebih
universal,” kata Ketua Project Manajemen Office Merger Bank Syariah Hery
Gunardi.
Jelas Hery, bank syariah itu akan merangkul semua
lapisan nasabah baik milenial maupun nonmilenial sesuai dengan prinsip syariah.
Ia melanjutkan BSI akan memperkuat bisnis wholesale banking dengan membangun
jangkar client mengingat modal yang miliki dari merger tiga bank syariah milik perusahaan anak bank BUMN itu akan
semakin kuat.
Bisnis di wholesale,
lanjut dia, akan membidik rantai nilai segmentasi mulai dari prinsipal,
distributor, subdistributor sesuai dengan prinsip syariah. “BSI juga ingin
menjadi pemimpin dalam pembiayaan sindikasi,” ujarnya.




