Moneter.id – Dyah Wahjusari Direktur Utama PT Jasa Sarana mengatakan,
perseroan menargetkan menambah besaran kepemilikan saham di Tol
Soreang-Pasirkoja (Soroja).
“Target ini tidak terlepas dari permintaan para pemilik
saham BUMD tersebut agar delusi di Soroja segera dikembalikan. Langkah ini juga
bagian awal dari upaya manajemen baru melakukan penyehatan korporasi,”
kata Dyah.
Dyah mengatakan PT Jasa Sarana merupakan inisiator Jalan Tol Soroja
hingga dapat terwujud sehingga sangat ironi apabila saat ini PT Jasa Sarana
hanya memiliki saham sangat kecil pada jalan tol tersebut.
Menurutnya, bisa memiliki lagi saham dari 1,1% menjadi 10% di
PT Citra Marga Lintas Jabar yang mengelola Tol Soroja merupakan langkah penting
terlebih melihat prospek tol yang sangat bagus.
Hal tersebut, kata dia, terlihat dengan pertumbuhan LHR di
atas business plan juga didukung oleh potensi pengembangan kawasan di
sekitarnya yang cukup pesat.
“Melalui dukungan penuh para pemegang saham, kami
berkomitmen Jasa Sarana dapat meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya pada PT
CMLJ,” katanya di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/8).
Sementara itu, Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar
(CMLJ) Sari Putra Yosep menambahkan Soroja yang memiliki panjang 12 km dan
telah beroperasi sejak Desember 2017 lalu, merupakan salah satu jalan tol
strategis sebagai penunjang dua pusat perekonomian lokal di wilayah Bandung
sekaligus menjadi solusi kemacetan dan keterbatasan akses.
“Sejauh ini, belum genap setahun beroperasi, traffic
(Lintas Harian Rata-Rata) Jalan Tol Soroja sudah melampaui target,” kata
dia.
Ia menuturkan pada Business Plan, kami targetkan pada tahun
pertama operasi adalah sebesar 16 ribu kendaraan per hari namun hasilnya hingga
bulan Juni 2018 sudah mencapai 30.000 kendaraan per harinya.
Oleh karena itu ia mengklaim jika ini satu-satunya jalan tol
di Indonesia yang pada tahun pertama beroperasi sudah melebihi business plan.
PT CMLJ sendiri merupakan Badan Usaha Jalan Tol yang
mengoperasikan Jalan Tol Soroja, dengan kepemilikan saham saat ini PT Citra
Marga Nusaphala Persada Tbk. sebesar 69,32%, PT Wijaya Karya sebesar 29,56%,
dan PT Jasa Sarana, BUMD Infrastruktur Jawa Barat sebesar 1,11%.
(HAP)




