Moneter.co.id – PT Pelayaran Tamarin Samudera Tbk. resmi mencatatkan saham pada papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TAMU pada Rabu (10/5).
TAMU mencatatkan saham setelah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 750 juta lembar saham atau melepas 20% dari 3,75 miliar lembar saham perseroan kepada publik.
Harga pelaksanaan IPO emiten subsektor transportasi ini ditetapkan sebesar Rp110 per saham sehingga dana yang diperoleh perseroan mencapai Rp82,5 miliar.
Direktur Utama Pelayaran Tamarin Samudra Kardja Rahardjo mengatakan, kami cukup puas dengan hasil IPO Rp82,5 miliar. Terjadi oversubscribe hampir dua kali saat penawaran saham.
Berdasarkan data BEI, total subscription IPO TAMU mencapai 1,47 miliar lembar saham dari 525 pihak. Adapun nilai kapitalisasi pasar TAMU mencapai Rp412,5 miliar.
Sementara itu, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Pelayaran Tamarin Samudra Leo A. Tangkilisan mengatakan dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk menambah modal kerja.
“Pasalnya, TAMU berencana untuk membeli satu unit armada kapal penunjang kegiatan lepas pantai (offshore) dan docking,” ujarnya.
Menurut Leo, pengadaan satu unit kapal baru membutuhkan dana hingga US$35 juta. Apabila ditambah dengan pembangunan docking, nilainya bisa meningkat menjadi US$40 juta.
“Sumber dana dari IPO dan pinjaman bank. Kami masih mengkaji kemungkinan untuk tambah armada kapal,” kata Leo.
Kemungkinan tersebut, lanjutnya, sangat bergantung pada prospek bisnis hulu migas dan harga minyak mentah dunia.
Perseroan berharap crude oil terus merangkak naik ke level lebih dari US$50/barel agar sektor ini lebih bergairah.
Rep.Hap




