Jumat, Juli 17, 2026

Pupuk Kaltim Pacu Produksi 3,44 Juta Ton, Perkuat Pasokan Pupuk dan Akselerasi Industri Hijau

Must Read

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjaga momentum kinerja operasional sepanjang semester I 2026 dengan membukukan produksi sebesar 3,44 juta ton atau mencapai 52,32% dari target tahunan perusahaan. Kinerja tersebut tidak hanya memperkuat pasokan pupuk nasional untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pijakan bagi transformasi industri pupuk yang lebih efisien dan rendah emisi.

Hingga akhir Juni 2026, produksi Pupuk Kaltim terdiri atas 1,85 juta ton urea, 165 ribu ton pupuk NPK, dan 1,42 juta ton amonia. Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan keberhasilan menjaga keandalan fasilitas produksi sekaligus memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi di tengah meningkatnya kebutuhan sektor pertanian.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan perusahaan terus mengoptimalkan seluruh fasilitas produksi agar distribusi pupuk berlangsung tepat waktu dan sesuai kebutuhan nasional.

“Kami terus memaksimalkan kinerja produksi, agar kebutuhan pupuk nasional dapat terpenuhi tepat waktu dan tepat jumlah. Seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan, agar petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Rafli.

Perseroan optimistis target produksi sepanjang 2026 dapat dicapai. Optimisme itu didukung kapasitas produksi yang mencapai 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia, serta rekam jejak operasional pada 2025 yang berhasil menghasilkan 6,67 juta ton atau melampaui target perusahaan.

Selain mengejar volume produksi, Pupuk Kaltim juga memperkuat efisiensi melalui penerapan Operational Excellence berbasis digital. Optimalisasi teknologi Smart Production, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan budaya keselamatan kerja menjadi strategi utama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas produk.

Transformasi tersebut berjalan seiring dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satu langkah strategis yang telah diselesaikan adalah proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 pada awal 2026. Revitalisasi ini berhasil memangkas konsumsi gas hingga 4 MMBTU per ton amonia atau lebih dari 10% dibandingkan sebelumnya, sekaligus menurunkan emisi karbon sekitar 110.000 ton CO2 per tahun.

Perseroan juga tengah membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia yang memanfaatkan emisi CO2 sebagai bahan baku. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 174.000 ton CO2 per tahun saat mulai beroperasi. Di saat yang sama, Pupuk Kaltim juga menjajaki pengembangan clean ammonia sebagai bagian dari strategi menuju industri pupuk rendah karbon.

Rafli menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.

“Penerapan prinsip ESG bukan sekadar kepatuhan pada regulasi, melainkan bagian dari cara kami membangun bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan senantiasa selaras dengan kelestarian lingkungan dan upaya mendukung ketahanan pangan,” tutup Rafli.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik, Pemerintah Perkuat Hilirisasi demi Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur pada Jumat (17/7) untuk memimpin panen raya serentak tebu,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img