Moneter.co.id – Bupati Purbalingga, Tasdi
menyatakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengembangkan tanaman
kedelai di atas lahan seluas 10.000 hektare.
“Kabupaten Purbalingga
mendapat target pengembangan tanaman kedelai seluas 10.000 hektare,”
katanya di Purbalingga, Rabu (11/4).
Tasdi menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan program swasembada beras dan
kedelai. “Presiden Joko Widodo memiliki program Indonesia swasembada
beras dan kedelai. Untuk swasembada kedelai semula targetnya 2019, dimajukan
menjadi 2018 ini,” katanya.
Ia menambahkan, swasembada kedelai harus segera diwujudkan guna memenuhi
kebutuhan kedelai dalam negeri sehingga tidak perlu lagi melakukan impor
kedelai. “Selama ini kebutuhan kedelai untuk membuat tahu dan tempe, sebagian bahan
baku kedelainya masih diimpor,” katanya.
Karena itu, dia meminta dukungan dari para petani di wilayah setempat, terkait
program pengembangan tanaman kedelai di Purbalingga. “Apapun program pemerintah baik swasembada beras maupun swasembada kedelai
harus kita sukseskan. Karena semua itu bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat,” katanya.
Sebelumnya, Bupati melakukan pencanangan gerakan tanam kedelai 10.000 hektare
di areal sawah Desa Sindang, Kecamatan Mrebet.
Tasdi mengaku optimis program pengembangan kedelai di Purbalingga akan mencapai
target yang diharapkan. “Dengan dukungan seluruh pihak terkait, maka
pengembangan tanaman kedelai di Kabupaten Purbalingga akan mencapai
target,” tutupnya.
(HAP)




