Kamis, Januari 15, 2026

Putera Sampoerna Foundation – HSBC Gelar Training Pendalaman Finansial

Must Read

Moneter.co.id – Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Bank HSBC
Indonesia melalui Sampoerna University mengadakanTraining of Trainers (ToT)
tahun kedua, bagi dosen-dosen keuangan dan perbankan dengan fokus pada financial
deepening
 atau pendalaman finansial. 

Hal ini dilandasi pada semakin
meningkatnya kebutuhan akan bankir-bankir lokal yang memiliki kompetensi
spesialis dan memahami layanan-layanan finansial perbankan modern, serta mampu
mendukung pendalaman sektor finansial dan memperluas penggunaan instrumen
keuangan di Indonesia.

Berdasarkan data terakhir Global
Financial Development Database
 menunjukkan bahwa rasio kredit terhadap
PDB (Produk Domestik Bruto) di Indonesia (36%) pada 2014 masih menempati posisi
terendah dibanding beberapa negara berkembang di Asia seperti, Tiongkok (141%),
Malaysia (120.6%), Filipina (39.2%), Thailand (146.8%) dan Vietnam (100.3%).
Hal ini menunjukkan  pendalaman finansial yang masih terbilang rendah.
Padahal, pendalaman finansial juga merupakan faktor determinan pertumbuhan
ekonomi di Indonesia.
 

Head of Corporate
Sustainability 
Bank HSBC Indonesia Nuni
Sutyoko, mengatakan, kami memahami bahwa tantangan perkembangan industri
keuangan dan perbankan Indonesia memunculkan
kebutuhan profesionalperbankan yang berkualifikasi lengkap. 

“Hal ini mendorong kami
untuk turut membantu penguatan edukasi keuangan bagi tenaga pengajar di bidang
perbankan dan keuangan, sehingga dapat mencetak lebih banyak lagi spesialis perbankan
modern,” ujarnya, Kamis (20/7) .

Pelatihan ToT bagi para dosen ini
difokuskan pada pengenalan materi ajar terkait aktivitas perbankan modern, baik
untuk mendorong intermediasi finansial, maupun meningkatkan pendapatan
non-bunga dari industri perbankan dalam rangka mendorong pendalaman
finansial.  Materi-materi tersebut meliputi manajemen perbendaharaan (
treasury
management
), manajemen risiko (risk management), manajemen kredit (credit
and lending management
), dan operasional perbankan (banking operations).

Project Manager Program Kerjasama
HSBC PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna
University Wahyoe Soedarmono menjelaskan, mendorong pendalaman
finansial untuk pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari penguatan peran
perbankan sesuai dinamika ekonomi global dan domestik yang cepat berubah. 

Oleh karena itu, diversifikasi
produk selain kredit sangat diperlukan sebagai sumber pendapatan baru bagi
perbankan. Selain memberikan dampak positif bagi perbankan dan publik karena
hadirnya instrumen-instrumen keuangan yang makin beragam dalam mendorong
pendalaman finansial, diversifikasi produk keuangan juga dapat menimbulkan
peningkatan risiko perbankan. 

“Pendidikan keuangan dan
perbankan yang mengintegrasikan aspek perbankan dan pasar modal bersifat penting
untuk menyiapkan bankir masa depan yang andal dalam mengembangkan instrumen
keuangan modern selain kredit, dengan tetap menjaga aspek kehati-hatian,”
jelasnya.

Modul pengajaran yang diberikan
saat pelatihan ini akan digunakan oleh para dosen untuk mengajar di daerah
masing-masing. Selain itu, HSBC dan PSF juga mengajak para dosen untuk menyusun
karya-karya ilmiah yang relevan dengan daerah asal mereka dalam rangka
mendorong 
financial deepening di tiap daerah. Dalam tiga
tahun, HSBC dan PSF menargetkan agar ToT dapat merangkul lebih dari 600 dosen
dari seluruh Indonesia.

Inka B. Yusgiantoro, Peneliti
Senior Grup Riset dan Database Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan,melihat
bahwa program ini berpotensi mendorong sektor jasa keuangan yang kontributif,
stabil, dan inklusif terhadap perekonomian nasional dalam jangka panjang. 

“Kami berharap para dosen yang
telah mengikuti program ToT ini dapat terpacu dalam mengembangkan riset-riset
yang aplikatif dan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang keuangan dan
perbankan, sehingga mampu memberikan efek domino terhadap penguatan literasi
keuangan masyarakat secara luas, terutama lewat pengembangan
literatur-literatur terkait perbankan dan industri jasa keuangan secara
keseluruhan,” jelas Inka.

Program ToT dan Professional
Development Program (
PDP) tahun kedua ini ditujukan untuk menciptakan efek
multiplier edukasi keuangan dan perbankan baik secara nasional maupun lokal.
Keduanya merupakan bagian dari program edukasi keuangan dan perbankan yang
dilakukan secara berkelanjutan oleh PSF dan HSBC melalui Sampoerna University.

Program ToT kali ini diikuti
lebih dari 60 dosen yang berasal dari Aceh hingga Papua. Sementara itu, PDP
diikuti oleh 30 bankir-bankir muda, khususnya yang berasal dari Bank
Perkreditan Rakyat (BPR). 

Program PDP ini difokuskan untuk
memacu pemikiran kritis dan memperkuat pemahaman terkait industri perbankan
modern bagi para bankir muda. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img