Moneter.co.id – PT Sampoerna
Agro Tbk (SGRO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 287,66 miliar sepanjang
tahun 2017. Namun, pencapaian tersebut turun 34,90% dibandingkan laba tahun
sebelumnya yang sebesar Rp 441,87 miliar. Pencapaian laba bersih tidak
sebanding dengan peningkatan penjualan.
Pada 2017, SGRO
berhasil mencatatkan penjualan Rp 3,62 triliun, naik 24,05% dibandingkan dengan
penjualan tahun 2016 yang mencapai Rp 2,91 triliun.
Penurunan laba
bersih salah satunya karena peningkatan beban pajak penghasilan sebesar Rp
178,30 miliar. Padahal pada 2016, SGRO mencatatkan manfaat pajak penghasilan
sebesar Rp 192,53 miliar.
Tahun lalu, SGRO terlihat
melakukan sejumlah efisiensi. Hal itu nampak dari beberapa pos beban yang
ditekan. Misalnya, beban penjualan dan pemasaran menurun 12,83% menjadi Rp
78,85 miliar, serta beban umum dan administrasi turun 6,49% menjadi Rp 252,67
miliar.
Adapun, jumlah aset
perusahana pada akhir 2017 sebesar Rp 8,28 triliun. Aset tersebut terdiri dari
aset lancar sebesar Rp 1,39 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 6,89
triliun.
SGRO juga mencatatkan
liabilitas 2017 sebesar Rp 4,28 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek
Rp 1,25 triliun, dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 3,03 triliun. Total
ekuitas yang dicatatkan sampai dengan akhir 2017 sebesar Rp 4 triliun.
(HAP/Kntn)




