Kamis, Maret 12, 2026

Raup Rp1,06 triliun, laba Maybank Indonesia turun 3,3 persen di kuartal III-2021

Must Read

Moneter
Pada kuartal III-2021, PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencetak laba Rp1,06
triliun. Capaian ini menurun 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya Rp1,1 triliun.

“Pendapatan bunga bersih perseroan turun 4,7 persen
menjadi Rp5,35 triliun pada sembilan bulan pertama 2021, disebabkan karena
pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan tren yield kredit (loan yield) yang menurun, sejalan dengan
penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit nasabah
yang sedang berlangsung akibat pandemi,” tulis perseroan diketerangan resminya,
Senin (1/11).

Tulisnya, marjin bunga bersih perseroan naik 6 basis
poin menjadi 4,8 persen pada September 2021, didukung oleh turunnya biaya dana
(cost of fund).

Pendapatan jasa atau fee-based income turun 14,8 persen pada September 2021, disebabkan
oleh menurunnya pendapatan biaya atau fee
transaksi global market.

Namun fee
terkait bancassurance bertumbuh 43,2
persen menjadi Rp152 miliar pada September 2021. Secara kuartalan, pendapatan fee naik 4,8 persen menjadi Rp522 miliar
per September 2021 dari Rp498 miliar di kuartal sebelumnya.

Meskipun pendapatan bunga kredit dan fee-based income Maybank turun sebagai
dampak dari pandemi yang masih berlanjut, laba sebelum pajak (PBT) Bank masih
dapat bertumbuh, didukung langkah proaktif bank sebelumnya, dengan mencadangkan
provisi dan mengendalikan biaya overhead.

Laba sebelum pajak (PBT) tercatat Rp1,48 triliun, naik
sebesar 2,1 persen dari Rp1,45 triliun

Maybank Indonesia juga mencatat rasio kredit
bermasalah atau NPL (konsolidasian) menjadi 4,6 persen (gross) dan 2,9 persen (net)
pada September 2021, disebabkan oleh penurunan kredit. Meskipun demikian, bank
juga mampu menekan NPL kredit sebesar 4,2 persen.

Lalu, rasio dana murah atau CASA di level 44,7 persen
dari total simpanan nasabah pada September 2021. Rasio tersebut meningkat
dibanding 39,7 persen pada periode yang sama tahun lalu. CASA turun tipis 1,5
persen menjadi Rp45,54 triliun pada September 2021 dari periode yang sama tahun
lalu.

Posisi likuiditas bank tetap kuat dengan rasio kredit
terhadap simpanan/Loan to Deposit Ratio (LDR bank saja) berada di posisi yang
sehat, pada level 84,5 persen.

Sementara itu, posisi permodalan bank tetap kuat
dengan rasio kecukupan modal/Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 26,6
persen pada September 2021 dibanding 23,5 persen pada periode yang sama tahun
lalu. Total modal bank tercatat naik menjadi Rp27,67 triliun pada September
2021 dari Rp26,66 triliun pada September 2020.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota

Selama Ramadan 1447 H, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menyalurkan berbagai program sosial yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img