Kamis, Januari 15, 2026

Raup Rp831.10 Miliar, Penjualan CLEO Naik 35 Persen di 2018

Must Read

Moneter.id – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan penjualan
bersih sebesar Rp 831.10 miliar sepanjang tahun 2018. Pencapaian ini meningkat
35,21% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 614,677 miliar.

Sementara
laba bersih sebesar Rp 63,62 miliar atau tumbuh 26,09% dibandingkan tahun
sebelumnya Rp 50,17 miliar.

CLEO
mengungkapkan, segmen botol memberikan kontribusi terbesar sebesar 37,02%
terhadap penjualan bersih, diikuti galon sebesar 34,80%, gelas sebesar 27,85%,
dan lain lain sebesar 0,32%.

Disebutkan,
penjualan di segmen botol tumbuh 49,25 secara tahunan menjadi Rp307,67 miliar.
Di segmen galon, penjualan tumbuh 22,45% menjadi Rp289,26 miliar.

Adapun, penjualan di segmen gelas tumbuh 66,76% menjadi
Rp231,48 miliar. Dan lain-lain turun 85,37% menjadi Rp2,69 miliar. Beban pokok
penjualan tercatat Rp562,46 miliar, naik 44,64% dari Rp388,88 miliar pada 2017.
Beban penjualan sebesar Rp104,90 miliar atau naik 8,15% secara tahunan.

Adapun,
beban umum dan administrasi sebesar Rp55,70 miliar, beban keuangan sebesar
Rp23,06 miliar, selisih kurs sebesar Rp746,18 juta, rugi penjualan dan
pelepasan aset tetap sebesar Rp5,87 miliar, lain-lain bersih Rp1,69 miliar, dan
pendapatan sewa Rp5,16 miliar.

Dengan
demikian, laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan sebesar Rp81,83
miliar.

Jumlah
aset perseroan pada 2018 tercatat Rp833,93 miliar, meningkat 26,18%
dibandingkan dengan jumlah aset pada 2017 sebesar Rp660,92 miliar. Adapun,
jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp198,46 miliar dan
Rp635,48 miliar.  

Tahun
ini, perusahaan produsen air minum kemasan ini mengalokasikan belanja modal
atau capex sebesar Rp 300 miliar. Dimana sekitar Rp 100 miliar akan digunakan
untuk pembangunan pabrik air minum dalam kemasan di Singosari Malang, Kediri
dan Denpasar Bali.

Direktur
dan Corporate Secretary Sariguna Primatirta, Lukas Setio Wongso mengungkapkan,
tiga pabrik dengan total kapasitas 1,5 miliar liter per tahun ini ditargetkan
dapat selesai pada kuartal IV/2019.

Sebelumnya,
perseroan telah mengakuisisi aset untuk produksi air minum beroksigen dan serta
pabrik Prigen untuk produksi es batu S-Tube pada awal tahun ini.

“Untuk
investasi Kediri, Singosari, dan Denpasar diperkirakan sekitar Rp100 miliar.
Sedangkan yang super O2 sekitar Rp30 miliar,” katanya.

CLEO
mengincar pertumbuhan penjualan tahun 2019 minimal 40%. Dengan demikian,
perseroan mengincar penjualan pada tahun ini sedikitnya Rp1,16 triliun.

“Target
pertumbuhan penjualan ini seiring dengan penambahan produk baru yakni air minum
beroksigen merek Super O2 yang telah berjalan, serta es batu dengan merek
S-Tube yang dipasarkan di sekitar Jawa Timur,” ujarnya.

Di
samping itu, perseroan berencana menambah varian produk baru untuk kategori air
minum beroksigen yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

”Target
pertumbuhan sales 2019 minimal 40%. Target optimisnya 60%, mempertimbangkan
adanya strategi pertumbuhan organik dan unorganik,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img