Minggu, Maret 1, 2026

Resmi Dibangun, Pabrik Baru Polyethylene Senilai USD380 Juta di Cilegon Bisa Hemat Devisa Rp8 Triliun

Must Read

Moneter.id – Pabrik
baru Polyethylene PT.
Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten
senilai USD380 juta diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (6/12). Pabrik
baru polyethylene
ini akan
beroperasi komersial mulai bulan Desember
2019
dengan kapasitas sebesar 400 ribu ton per tahun, sehingga akan menjadikan total
kapasitas sebesar 736 ribu ton per tahun.

Diharapkan
dengan beroperasinya pabrik tersebut dapat menekan impor yang membebani neraca
perdagangan Indonesia. Produk polyethylene umumnya digunakan untuk bahan
baku pendukung infrastruktur, pipa air, kabel listrik, kemasan makanan,
peralatan rumah tangga dan lainya
,” kata Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
, Jumat (6/11).

“Dengan
berdirinya pabrik baru polyethylene ini, kita patut berharap bahwa
Indonesia akan mampu mensubstitusi impor produk polyethylene dengan
volume sebanyak 400 ribu ton per tahun. Hal ini juga akan berpotensi menghemat
devisa hingga mencapai Rp8 triliun dan berpeluang menciptakan lapangan kerja
baru di industri plastik hilir sebanyak 17.500-25.000 orang,” paparnya.

Menperin
menyebutkan, kebutuhan domestik saat ini terhadap polyethylene telah mencapai
1,6 juta ton per tahun. Sedangkan, Indonesia baru memiliki pabrik polyethylene
eksisting dengan kapasitas total sebesar 780 ribu ton per tahun.

“Jadi,
beroperasinya pabrik ini, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk
terus menggenjot investasi dan hilirisasi sektor industri. Upaya strategis ini juga
diyakini meningkatkan perekonomian nasional secara fundamental, dengan
penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki
neraca perdagangan kita saat ini karena berorientasi ekspor,” tutur Agus.

Sementara
itu, Presiden Direktur PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra
mengaku, nantinya pabrik baru bisa menyerap hingga 25.000 pekerja lokal, termasuk
tenaga kerja ahli seperti engineer. Pabrik baru tersebut akan
memproduksi High Density Polyethylene
(HDPE), Linear Low Density Polyethylene
(LLDPE), dan Metallocene LLDPE
(mLLDPE).

Menurut
Erwin, pengerjaan konstruksi sudah 97
%
pada April 2019 dan akan memulai produksi komersial pada kuartal IV
/2019. “Kebutuhan akan bahan
baku polyethylene di Indonesia
meningkat pesat seiring laju pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Erwin
menambahkan, alasan perusahaan untuk fokus pada peningkatan kapasitas karena dalam
rangka memenuhi permintaan domestik. “Pabrik baru ini juga telah mendapatkan
kebijakan tax holiday dari pemerintah, kebijakan yang telah menciptakan
iklim investasi yang baik,” imbuhnya.

Selain
peningkatan kapasitas pabrik baru PE, Chandra Asri juga fokus mengembangkan
kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp60-80 triliun. Pembangunan
ini diharapkan selesai pada tahun 2024.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img