Moneter.id – Restoran Jigger & Pony Group berencana akan mengembangkan
sayap bisnisnya dengan berekspansi ke Indonesia. Restoran dan bar terbesar di
Singapura ini merupakan classic cocktail
house yang telah masuk ke dalam list Asia’s
50 Best Bars selama dua tahun berturut-turut.
Pemilik Jigger & Pony Group Indra Kantono mengatakan,
akan berekspansi dan membuka bisnisnya di Indonesia.
“Tapi untuk sekarang kami berharap dapat menyambut lebih
banyak customer Indonesia, terutama
di Caffe Fernet dengan pemandangan Singapura-nya yang menakjubkan,” ucap pria
asal Indonesia ini, Selasa (2/10).
“Saya pikir penggemar makanan dan minuman di Indonesia akan
senang dengan suasana dan menu yang ditawarkan oleh Singapura,” ungkap Indra.
Di
Singapura, kata Indra, Jigger & Pony group sudah menaungi lima brand lain.
Yang pertama adalah Sugar Hall, sebuah Rum Bar and Grill House di Amoy Street.
Lalu ada trio Humpback, oyster bar and
sea food restaurant, The Flagship, sebuah Whiskey cocktail bar dan cocktail bar
prestisius Gibson yang semuanya terletak di daerah Bukit Pasoh.
“Yang terbaru, sebuah restoran dan bar Italia bernama
Caffe Fernet di Customs House di Fullerton Area,” bebernya.
Bercita-cita
sebagai seorang pengusaha di bidang makanan dan minuman, Indra merasa
tertantang dengan publik Singapura yang sangat beragam. “Singapura ini sangat
internasional. Kalau bicara bidang makanan dan minuman, pengaruh bisa datang
dari mana saja, dari customer, chef ataupun bartendernya,” jelasnya.
Hal ini sedikit berbeda dengan masyarakat umum di
Indonesia yang cenderung antusias dengan konsep baru. Di Singapura, customer mengharapkan ada sentuhan
pengalaman pribadi bartender atau chef pada makanan dan minuman yang
disajikan.
Meskipun
sudah memiliki banyak restoran dan bar, Indra berharap agar bisnisnya tetap
berkembang. “Yang membuat saya bahagia itu melihat customer datang dan menikmati
hospitality kita. Sebanyak-banyaknya tempat yang kita akan miliki di lima
tahun mendatang, mau di Jakarta atau di Singapura, yang namanya hospitality tidak akan berubah. Saya
senang ada di tengah-tengah itu semua, melihat orang datang dan berinteraksi
dengan bisnis yang telah kita bangun.
“Lima tahun lagi, semuanya masih akan mengenai passion di makanan dan minuman, dan
pendapat customer tentang menu yang
disajikan,” tegas Indra.
(TOP)




