Senin, Maret 2, 2026

Review Industri Properti Indonesia 2017

Must Read

Moneter.co.id – Menjelang akhir
tutup tahun, sederet peristiwa penting di sektor industri properti terjadi di
sepanjang tahun 2017. Mulai dari kebijakan pemerintah yang berpengaruh besar
dalam sektor properti, seperti BI 7-Day Repo Rate, penutupan
tax amnesty, penyesuaian Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Paket Kebijakan Ekonomi, kehadiran berbagai
proyek infrastruktur baru yang memberi potensi bagi bisnis properti, serta
kondisi pasar properti yang sangat dinamis.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan mengatakan, bahwa pihaknya sebagai pemimpin pasar properti online di Indonesia selalu
mengambil peran aktif untuk memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen sekaligus
menyampaikan informasi untuk mengetahui kondisi terkini industri properti di
Indonesia.

“Sepanjang
tahun ini, Rumah.com menghadirkan beberapa sumber informasi yang dapat menjadi
panduan untuk masyarakat mengambil keputusan terkait propert. Pertama adalah ‘Rumah.com Property Index
2017’, dimana melalui indeks ini, Rumah.com membantu para pencari hunian agar
lebih mudah menemukan rumah idaman, karena dapat menemukan referensi harga yang
wajar, sesuai dengan sentimen pasar,” jelas Ike disiaran resminya yang
Moneter.co.id terima, Kamis (21/12).

Kedua, lanjut Ike, Rumah.com juga
melakukan survei bertajuk Rumah.com Property Affordability Sentiment Index
H2-2017 untuk mengetahui perilaku konsumen properti di Indonesia.

“Survei
berkala diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama
dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, berdasarkan 1.020 responden
dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari – Juni 2017,” ucap
Ike.

Ketiga, Rumah.com kemudian juga menghadirkan
Rumah.com Property Market Outlook 2018, yang menyajikan informasi properti
secara komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, pergerakan
median harga hunian baik perumahan maupun apartemen, dan sentimen masyarakat.

Ike menyatakan
bahwa data dari Rumah.com Property Index menunjukkan pergerakan pasar properti
dari sisi suplai, sementara survei Rumah.com Property Affordability Sentiment
Index H2-2017 ditujukan untuk mengetahui respon pasar dari sisi permintaan. Sedangkan
Rumah.com Property Market Outlook 2018 merupakan kompilasi komprehensif yang
menggabungkan data dari sisi suplai dengan sisi permintaan.

“Sampai menjelang
akhir tahun 2017, Rumah.com telah menyajikan lebih dari 400.000 data properti
dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman
yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari
properti setiap bulannya. Dengan statistik tersebut, Rumah.com memiliki akurasi
data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti
di Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan
catatan Rumah.com Property Index 2017, menunjukkan bahwa indeks properti
nasional naik tipis 0,4% pada Q1 2017 (q-o-q) dan berlanjut pada Q2 tumbuh
sebesar 0,97% (q-o-q). Pada Q3, pasar properti terlihat stabil. Sementara pada
Q4 ini sampai akhir bulan November 2017 indeks properti nasional mengalami kenaikan
sebesar 0,91%.

Sementara di
sisi volume suplai properti, indeks menunjukkan sedikit fluktuasi dimana pada
Q1 mencatat kenaikan sebesar 11,4% (q-o-q), selanjutnya mengalami penurunan
sebesar 2,1% pada Q2 2017 (q-o-q). Pada Q3 2017 suplai pulih dan meningkat
hingga sebesar 10,7% (q-o-q) sedangkan pada Q4 ini sampai akhir bulan November
2017 turun sebesar 9,23%.

Di sisi
permintaan konsumen, menurut Rumah.com Property Affordability Sentiment Index
H2-2017, Jabodetabek masih menjadi lokasi incaran bagi responden yang membeli
rumah, dengan Jakarta berada pada posisi teratas, disusul Bogor.

Di luar
Jabodetabek, Bandung menjadi kota favorit selanjutnya, kemudian disusul
Surabaya, dan Semarang. Sementara apartemen sudah menjadi pilihan utama hunian
yang akan dibeli, selain rumah tapak cluster.

Pasar
properti nasional di tahun 2018 diperkirakan akan lebih positif, melanjutkan
tren yang telah terbentuk sepanjang tahun 2017. Di sisi suplai, perlambatan
pasar properti pada pertengahan 2018 sebagai dampak Hari Raya Idul Fitri serta
Pilkada Serentak 2018 mungkin terjadi, begitu juga menjelang Pemilu Legislatif
& Pemilihan Presiden 2019.

Sementara di
sisi permintaan, porsi terbesar akan datang dari rumah tipe menengah dengan
harga di bawah Rp700 Juta. Konsumen akan mencari perumahan tipe klaster, terutama
di wilayah satelit kota besar dengan akses menuju pintu tol dan sarana
transportasi massal. Seiring tumbuhnya suku bunga untuk Kredit Pemilikian
Apartemen maka akan terjadi pertumbuhan yang moderat pada hunian jenis
apartemen.

“Secara umum
pasar properti Indonesia di tahun 2018 mendatang akan lebih menarik dan
prospektif dibandingkan tahun 2017 ini. Satu tahun sebelum tahun politik 2019,
pasar properti akan sedikit lebih bergairah dan ini merupakan kesempatan yang
tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun
sebagai sarana investasi,” jelas Ike.

Ike
menambahkan bahwa sebagai portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com akan
senantiasa terus berinovasi menghadirkan inovasi, solusi dan panduan bagi
pencari properti, agen, dan pengembang serta stakeholder properti di Indonesia. Rumah.com juga memiliki komitmen
membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan pembelian properti
melalui informasi data yang tepat dan akurat.

“Rumah.com
juga terus berinovasi untuk menjadi terdepan di bidang teknologi, melalui
fasilitas tur 3 Dimensi Matterport, sehingga konsumen dapat menjelajahi seluruh
isi rumah maupun apartemen melalui smartphone atau komputer tanpa harus datang
ke lokasi.,” pungkas Ike.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img