Moneter.id – PT Matahari Department Store Tbk
(LPPF) membukukan rugi bersih senilai Rp0,9 triliun pada tahun 2020
atau memburuk dibandingkan 2019 yanng mencatatkan laba bersih senilai
Rp1,4 triliun.
“Kerugian itu sejalan dengan penurunan penjualan kotor
sebesar 52,3% menjadi Rp8,6 triliun pada tahun 2020,” tulis keterangan
resmi perusahaan ritel ini di Jakarta, Rabu (17/2/21).
Diketahui, perseroan menutup 13 gerai format besar dan
12 gerai khusus. Hal itu untuk menekan biaya operasional sebesar 27,4% menjadi
Rp1,1 triliun sepanjang tahun 2020.
”Sepanjang 2020, perseroan beroperasi di lingkungan
dengan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi. Di Maret, Matahari menutup
sementara hampir seluruh gerai dan kemudian membuka kembali secara bertahap di
Mei. Di pertengahan September, pembatasan kembali diberlakukan yang
mengakibatkan penutupan gerai / pembatasan jam operasional, juga pembatasan
jumlah pelanggan,” kata Chief Financial
Officer LPPF, Niraj Jain.
Alhasil, perseroan mengambil sejumlah langkah dengan meluncurkan
inisiatif digital, termasuk situs jaringan baru Matahari.com, beserta aplikasi
berbasis Android dan IOS, di samping memperkenalkan saluran penjualan baru:
Social Commerce Shop and Talk (WhatsApp), dan di marketplace (Shopee &
JD.ID).
Langkah lainnya, dengan membuka 3 gerai format besar
baru dan menutup 13 gerai format besar yang tidak menguntungkan. “Penjualan
akan kembali ke situasi normal sebelum tahun 2022,” harap Niraj.




