Memasuki kuartal pertama 2026, dinamika pasar properti di Jakarta menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Ekspansi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), termasuk pembangunan MRT Fase 2 serta integrasi jaringan LRT Jabodebek, mendorong terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru yang turut memengaruhi pergerakan harga properti di berbagai wilayah ibu kota.
Perkembangan infrastruktur dan konektivitas tersebut membuat perbedaan harga rumah antarwilayah di Jakarta semakin mencolok. Di sisi lain, informasi pasar yang tersebar juga kerap menyulitkan calon pembeli dalam menentukan lokasi hunian yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Akibatnya, proses mencari rumah dijual di Jakarta sering memakan waktu lama dan dipenuhi spekulasi harga.
Data internal Rumah123 mencatat disparitas harga rumah yang semakin kontras di sejumlah wilayah Jakarta. Median harga rumah seken di Jakarta Selatan kini mencapai sekitar Rp9 miliar, sementara di Jakarta Timur berada di kisaran Rp2,65 miliar. Ketimpangan ini menunjukkan bagaimana perubahan infrastruktur, termasuk perkembangan properti di sekitar jalur MRT, turut membentuk preferensi serta nilai kawasan hunian di ibu kota.
Melihat kondisi tersebut, Rumah123 resmi meluncurkan fitur Rumah123 Peta Harga Properti, sebuah visualisasi harga properti berbasis data yang memungkinkan pengguna memahami kondisi pasar secara langsung melalui tampilan peta properti interaktif. Fitur ini menjadikan Rumah123 sebagai marketplace properti Indonesia pertama yang menghadirkan indikator harga berbasis lokasi secara visual dan mudah dipahami.
Dengan mengusung semangat “Mudah Temukan Lokasi dan Budget Properti Impianmu,” fitur ini memungkinkan pengguna memantau ketersediaan hunian berdasarkan kemampuan finansial bahkan sebelum proses pencarian dimulai. Melalui indikator warna intuitif yaitu hijau (on budget), kuning (within initial budget), dan merah (over budget), pengguna cukup melakukan satu klik pada area pilihan untuk mendapatkan kurasi properti yang paling sesuai dengan anggaran mereka.
Head of Product Rumah123, Alexander, mengatakan inovasi ini dirancang untuk memangkas waktu pencarian hunian tanpa mengorbankan akurasi perhitungan finansial pengguna.
“Di tengah dinamika harga properti yang bergerak cepat, presisi menjadi kunci. Rumah123 Peta Harga Properti kami hadirkan sebagai alat navigasi cerdas yang membantu pengguna menemukan ‘sweet spot’ dalam hitungan detik, termasuk area perbatasan yang masih menawarkan harga lebih terjangkau. Sehingga keputusan pencarian tidak lagi berbasis asumsi, melainkan data yang terukur,” ujar Alexander.
Selain membantu pembeli menemukan pilihan hunian yang lebih realistis, fitur ini juga menjawab tantangan keterbatasan suplai rumah di Jakarta. Data internal Rumah123 menunjukkan bahwa rumah dengan luas di bawah 60 meter persegi hanya mencakup sekitar 0,4 persen dari total suplai, sehingga kemampuan memetakan lokasi secara spesifik menjadi faktor penting bagi pencari properti agar tidak kehilangan peluang di tengah kompetisi pasar properti urban.
VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, menambahkan bahwa fitur ini juga dirancang untuk mengatasi hambatan psikologis yang kerap dialami konsumen saat memulai proses pencarian rumah, khususnya bagi pembeli rumah pertama.
“Tantangan pencari rumah di Indonesia, khususnya ‘first-home buyers’ adalah terjebak pada proses pencarian yang terlalu emosional. Mereka menghabiskan banyak waktu mencari rumah impian, lalu ujung-ujungnya kecewa karena harganya ternyata jauh di luar batas aman cicilan mereka. Kami mengajak konsumen, untuk melihat dulu realita harga kawasannya, kunci area yang pas dengan kantong baru pilih rumahnya. Fitur ini diharapkan menjadi solusi bagi pencari properti agar lebih percaya diri dalam menentukan lokasi hunian yang tidak hanya nyaman, tapi juga sehat secara finansial,” kata Firman.
Pada tahap awal, fitur Rumah123 Peta Harga Properti tersedia secara eksklusif untuk wilayah DKI Jakarta, mencakup kawasan residensial utama serta area strategis di sekitar jaringan transportasi massal. Ke depan, Rumah123 berencana memperluas cakupan fitur ini ke kota-kota besar lainnya seiring meningkatnya kebutuhan transparansi data di pasar properti nasional.
Melalui inovasi tersebut, Rumah123 berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem properti yang lebih transparan, inklusif, dan mudah diakses, sekaligus membantu lebih banyak masyarakat menemukan hunian yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial mereka.




