Moneter.co.id – Rapat umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui penggunaan 30 persen sebagai dividen tunai atau sebesar US$101,08 juta (Rp1,34 triliun bila mengacu pada kurs Rp13,275 per US$). Sebelumnya, Adaro telah membagikan dividen tunai interim sebesar US$60,77 juta pada 13 Januari 2017.
“Sisa dividen US$40,30 juta akan didistribusikan sebagai dividen final,” kata Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir, Rabu (26/4).
Sedangkan, sisa laba bersih setelah dividen dengan jumlah US$3,35 juta akan digunakan sebagai dana cadangan, sesuai dengan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007. Seluruh sisa laba sebesar yang US$230,20 juta akan dimasukkan sebagai laba ditahan.
“Kondisi pasar batubara yang membaik pada tahun 2016 mendukung kinerja operasi maupun keuangan kami. Kami berhasil mencapai target dan mencatat kemajuan-kemajuan yang signifikan selama tahun ini. Kinerja yang kuat memungkinkan Perseroan untuk membayar dividen lebih dari AS$101 juta untuk tahun 2016,” ucap Garibaldi .
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui untuk menunjuk Arini Saraswaty Subianto sebagai Komisaris Perseroan yang baru sejak berakhirnya RUPST ini sampai akhir RUPST Perseroan pada tahun 2018.
Berikut Komposisi Dewan Komisaris Adaro Energy Tbk adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris: Edwin Soeryadjaja
Wakil Presiden Komisaris: Theodore Permadi Rachmat
Komisaris: Arini Saraswaty Subianto
Komisaris Independen: Palgunadi Tatit Setyawan
Komisaris Independen: Raden Pardede
Rep.Top




