Minggu, Maret 1, 2026

Sambut Normal Baru, Fintech P2P Lending Ini Siapkan Tiga Strategi Mitigasi Risiko Kredit

Must Read

Moneter.id
Menyambut New
Normal
, fintech
berbasis Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran
menyiapkan tiga strategi untuk memitigasi risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di tengah kembali menggeliatnya para pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman sekaligus mendukung kebangkitan perekonomian nasional.

“Ada tiga strategi yang disiapkan Akseleran untuk memitigasi risiko NPL,” kata Christopher Gultom, Chief Credit Officer & Co-Founder
Akseleran
disiaran pers yang diterima, Rabu
(3/6/2020).

Pertama,
katanya, Akseleran
melakukan pengetatan dalam penilaian kredit terhadap calon borrower termasuk melakukan penilaian menyeluruh tentang dampak Covid19 pada bisnis mereka.

Kedua, pemantauan portofolio yang
berkelanjutan, dan ketiga
penerapan asuransi kredit yang berkelanjutan,” paparnya.

“Saya optimis tingkat NPL Akseleran dapat tetap terjaga di bawah 1%
hingga
akhir tahun 2020,” ucapnya lagi.

Christopher mengungkapkan, hingga akhir Mei 2020, tingkat
NPL
Akseleran masih terjaga stabil dengan berada di angka 0,67% dari total
penyaluran
pinjaman usaha atau mengalami penurunan sebesar 0,03%
dibandingkan NPL pada akhir April 2020.

Tercatat di periode
Januari-Mei
2020, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp300 miliar atau naik 5% dibandingkan periode yang sama di Mei
2019.

Lebih jauh, Christopher
mengatakan, Akseleran masih berfokus kepada sektor seputar konstruksi, pertambangan minyak dan gas, logistik,
dan trading.

Akseleran tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman usaha kepada setiap pelaku usaha yang mengajukan pinjaman (borrower) yang memang layak memperoleh pinjaman sekaligus mendukung mereka di saat situasi sulit seperti sekarang.

Katanya lagi, khusus selama masa pandemi Covid19, Akseleran akan meningkatkan credit underwriting standard. “Dimana kami lebih memilih untuk membiayai invoice financing dibandingkan receivable financing meskipun bukan berarti receivable financing tidak bisa,” tungkasnya.

Harapannya,
dengan
meningkatkan fokus penyaluran menjadi invoice financing, risiko kredit yang ada menjadi lebih kecil sehingga terlihat dalam dua bulan terakhir outstanding
dan penyaluran
invoice financing
di Akseleran
lebih besar dari pada PO Financing, yang artinya mitigasi risiko yang baru tersebut sudah terimplementasi dengan baik,” terangnya.

“Kami berharap adanya kenaikan penyaluran pinjaman usaha di Akseleran sekitar 35% pada Juni
yang akan
terus berlanjut sampai dengan akhir tahun,” tutup Christopher.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img