Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan oleh dunia usaha, Saviynt meluncurkan solusi baru yang difokuskan pada keamanan identitas agen AI. Produk bernama Saviynt Identity Security for AI ini dirancang untuk membantu perusahaan memantau, mengelola, dan mengendalikan aktivitas agen AI yang bekerja secara otonom dalam sistem bisnis.
Peluncuran ini hadir sebagai respons atas meningkatnya penggunaan agen AI dalam berbagai fungsi operasional, mulai dari penulisan kode, transaksi keuangan, layanan pelanggan, hingga orkestrasi proses bisnis. Menurut Saviynt, model keamanan identitas konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi pola kerja agen AI yang beroperasi terus-menerus dan mengambil keputusan secara real-time.
“Agen AI tidak berperilaku seperti pengguna. Mereka bekerja secara otonom, mengakses sistem secara terus-menerus, dan mengambil keputusan secara real-time. Sistem keamanan identitas tradisional tidak pernah dirancang untuk itu.” kata Vibhuti Sinha, Chief Product Officer Saviynt.
Ia menambahkan, selama dua tahun terakhir Saviynt telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yang telah menjalankan agen AI di lingkungan produksi. Dari pengalaman tersebut, perusahaan melihat kebutuhan akan sistem kontrol baru yang mampu mengikuti kecepatan operasional AI.
“Yang mereka butuhkan bukanlah pembaruan kebijakan, melainkan control plane baru. Itulah yang kami bangun,” ujarnya.
Saviynt menyebut solusi ini memberikan visibilitas berkelanjutan terhadap seluruh agen AI, baik yang terotorisasi maupun yang berpotensi menjadi shadow AI. Platform tersebut juga memungkinkan perusahaan mengelola siklus hidup agen AI, mulai dari pendaftaran, pemantauan, hingga penonaktifan, sehingga setiap agen memiliki pemilik dan tanggung jawab yang jelas.
Selain itu, fitur Agent Access Gateway memungkinkan setiap interaksi agen AI dievaluasi secara real-time. Dengan mekanisme ini, aktivitas yang tidak sah dapat dihentikan sebelum menimbulkan dampak terhadap aplikasi maupun data perusahaan.
“Ketika agen AI mulai digunakan dalam operasi bisnis inti, model identitas tradisional tidak lagi memadai,” ujar Gnana Thanikachalam, Global Head of IAM Hertz.
Menurutnya, transformasi digital yang semakin cepat menuntut tata kelola keamanan yang lebih dinamis. “Bersama Saviynt, kami beralih dari model akses statis ke control plane yang dinamis dan berbasis agen,” katanya.
Dukungan serupa juga datang dari The Auto Club Group. Jeyanth Jambunathan, Head of IAM perusahaan tersebut, menilai visibilitas dan kontrol real-time menjadi kunci untuk memastikan inovasi AI tetap berjalan aman dalam skala besar.
“Dengan control plane dari Saviynt, kami memperoleh visibilitas dan kontrol secara real-time atas identitas AI, yang memberdayakan inovasi aman dalam skala perusahaan,” ujarnya.
CEO Saviynt Sachin Nayyar menegaskan peluncuran ini menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan. Ia menyebut Saviynt kini menghadirkan rangkaian keamanan identitas AI end-to-end dalam satu platform terpadu.
“Ini merupakan peluncuran paling signifikan kami,” kata Sachin Nayyar. “Seluruhnya bekerja secara terpadu pada saat sistem berjalan (runtime) dan dengan kecepatan AI.”
Solusi ini juga diklaim mendukung berbagai kebutuhan perusahaan, mulai dari pengembang pro-code, pembuat aplikasi low-code, hingga pengguna bisnis no-code. Untuk memperkuat pengawasan risiko, Saviynt juga mengintegrasikan sinyal keamanan dari mitra eksternal seperti CrowdStrike, Zscaler, Wis, dan Cyera.
Peluncuran platform ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan perusahaan global terhadap sistem keamanan yang mampu mengikuti laju perkembangan AI, khususnya ketika agen otonom mulai mengambil peran penting dalam operasional bisnis sehari-hari.




