Moneter.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 50 perusahaan
yang resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal dan hal ini menjadi
rekor baru dan sejarah di 2018.
”Pencatatan saham perdana perusahaan pada tahun ini
terbanyak sejak privatisasi bursa yakni pada tahun 1992 lalu,”kata Direktur
Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta.
Ia
menjelaskan, saham PT Dewata Freight International Tbk menjadi perusahaan
tercatat ke-50. Emiten itu memiliki kode perdagangan efek DEAL dan bergerak di
bidang pengiriman kargo.
”Pencapaian jumlah perusahaan tercatat ini tentunya tidak
lepas dari dukungan pemerintah untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif,
serta dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memicu perusahaan
memanfaatkan pasar modal dalam pengembangan usaha,” ujarnya.
Yetna
mengatakan, BEI pun senantiasa berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah
perusahaan tercatat dengan berbagai upaya, termasuk berinteraksi dan secara
langsung berperan aktif untuk mendatangi kantong-kantong wirausaha di berbagai
daerah di Indonesia.
”Salah satu komitmen BEI untuk meningkatkan pemahaman
masyarakat mengenai opsi pendanaan bagi perusahaan melalui pasar modal, yaitu
melalui edukasi dan go public dalam
bentuk workshop maupun one-on-one meeting,” paparnya.
BEI,
lanjutnya, telah melakukan one-on-one
meeting dengan kurang lebih 350 perusahaan baik swasta, BUMN, BUMD maupun
entitas anak perusahaan di sepanjang tahun 2018.




