Moneter.co.id – Ketika
perayaan Natal tiba, salah satu hiasan khas yang terlihat di rumah-rumah yakni
kaus kaki yang digantung di dinding atau dekat dengan cerobong asap. Mereka
menggantungkan kaus kaki dengan harapan Santa Claus akan mengisinya dengan
sebuah hadiah yang dinantikannya.
Namun
dibalik semua harapan dan keceriaan malam natal, cerita dibalik kebiasaan
menggantung kaus kaki Natal itu ternyata cukup mengerikan.
Dilansir dari Live Science, cerita dimulai
saat seorang bangsawan kehilangan istrinya setelah meninggal karena penyakit
yang panjang dan menyakitkan. Dia kemudian membesarkan ketiga anak perempuan
mereka sendiri, dan kehabisan uang karena investasi yang buruk
Pada saat
itu, wanita harus bermodalkan mas kawin untuk menikah. Namun karena tidak
memiliki uang, akhirnya anak-anak perempuannya terjebak ke dalam pelacuran
hanya untuk mencari nafkah.
Seorang
mantan biarawan bernama st Nicholas yang kemudian dikenal sebagai Sinterklas,
mendengar keadaan keluarga dan memutuskan untuk secara diam-diam membantu
mereka.
“Untuk
menyelamatkan gadis-gadis dari pelacuran, Uskup Nicholas yang baik diam-diam
meninggalkan kantong emas di dekat cerobong asap untuk mereka, satu per
satu,” kata Donald E. Dossey dalam bukunya, “Holiday Folklore,
Phinja, and Fun.
“Hadiah
ketiga emas jatuh ke dalam kaus kaki yang tergantung di dekat cerobong asap hingga
kering,” lanjutnya.
Menurut
legenda, ayah dari anak perempuan tersebut melihat St. Nicholas meninggalkan
salah satu hadiah pada suatu malam saat semua orang di rumah tidur. St Nicholas
memintanya untuk tidak memberi tahu siapa pun, namun kabar tentang tindakan
welas asih sang uskup segera menyebar.
Kisah
tersebut diakhiri dengan ketiga putrinya yang menemukan suami, menikah dan
hidup bahagia selamanya. Sebenarnya, mereka sangat sehat sehingga mereka bisa
mendukung ayah mereka, yang juga hidup bahagia selamanya.
Sedangkan
untuk St. Nicholas, dia kemudian dinobatkan sebagai santo pelindung anak-anak
karena perbuatan baik dan murah hati. Dia kemudian menjadi inspirasi bagi Saint
Nick modern.
(HAP/Viva)




