Minggu, Maret 1, 2026

Sejarah, Marks & Spencer Alami Kerugian Rp1,67 Triliun

Must Read

Moneter.id – Perusahaan
ritel asal Inggris, Marks & Spencer mencatat kerugian sebesar 87,6
juta poundsterling Inggris atau setara Rp1,67 triliun hingga 26 September 2020 akibat
tekanan ekonomi dari dampak pandemi virus corona atau covid-19.

Kerugian itu berbanding
terbalik dengan torehan keuntungan mencapai 158,8 juta poundsterling Inggris
atau Rp2,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian ini sebagai yang
pertama sejak 94 tahun terakhir.

Tercatat, penjualan perusahaan
turun 15,8 persen menjadi 4,09 miliar poundsterling Inggris atau Rp76,48
triliun.

Bahkan, penjualan di toko cabang yang berada di pusat
kota anjlok hingga 53 persen. Sebelumnya, perusahaan juga sempat
mengumumkan bakal memangkas tujuh ribu pekerja mulai Agustus 2020.

Kata
Kepala Eksekutif Marks & Spencer Steve Rowe, kondisi sulit ini memberi
dampak bagi perusahaan untuk mempercepat perubahan struktural melalui
efisiensi. Hal ini dilakukan melalui penerapan bisnis digital yang lebih luas
hingga memangkas jumlah pekerja.

“Ini
posisi yang lebih kuat, lebih ramping dan lebih fokus,” kata manajemen
dalam pernyataan resmi.

Saat
ini, perusahaan sudah berhasil memangkas beban biaya mencapai 92 juta
poundsterling Inggris. Rencananya, efisiensi akan dilanjutkan sampai 120 juta
poundsterling Inggris melalui penutupan toko sampai tujuh tahun ke depan.

“Tujuan saya tetap tidak
berubah, yaitu untuk memberikan transformasi jangka panjang untuk M&S,
membangun merek yang lebih digital di dunia yang tidak akan pernah sama
lagi,” jelasnya.

(kurs Rp18.700 per
poundsterling)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img